banner 1280x160

Bio Farma Bawa 14 UMK Binaan ke INACRAFT 2026, Dorong Kriya Lokal Tembus Pasar Nasional

balebandung,– Nama Bio Farma selama ini identik dengan industri kesehatan nasional. Namun di ajang INACRAFT 2026, perusahaan pelat merah ini menunjukkan wajah lain: sebagai penggerak ekosistem kreatif dan pemberdayaan UMKM berbasis budaya.

Melalui partisipasinya di pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara tersebut, Bio Farma membawa 14 UMK binaan untuk tampil di etalase nasional yang mempertemukan kreativitas lokal dengan peluang pasar yang lebih luas.

Keikutsertaan Bio Farma dalam INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta pada 4–8 Februari bukan sekadar kehadiran simbolik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM yang bergerak di sektor kriya, fashion, dan produk berbasis kearifan lokal.

Ke-14 UMK binaan yang ditampilkan mencerminkan semangat inklusivitas. Tidak hanya berasal dari Bandung Raya, Bio Farma juga merangkul pelaku usaha dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cirebon. Ragam produk yang dihadirkan—mulai dari batik, busana, hingga kerajinan tangan dan aksesori—menjadi representasi kekayaan budaya yang dikemas dengan sentuhan inovasi modern.

INACRAFT 2026 sendiri mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, sebuah penegasan bahwa sektor kriya juga menjadi ruang strategis bagi peran perempuan dalam ekonomi kreatif. Pameran ini digagas oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Istri Wakil Presiden RI Selvi Ananda, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, serta Ketua ASEPHI Muchsin Ridjan. Lebih dari 1.000 artisan, perajin, dan pelaku UMKM turut memeriahkan ajang ini.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa INACRAFT telah menjadi ruang temu strategis antara tradisi dan inovasi sejak pertama kali digelar pada 1999.

“Pameran ini dinilai berperan penting dalam menjembatani kekayaan budaya Indonesia dengan jejaring pasar nasional hingga global,”katanya

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menekankan bahwa partisipasi perusahaan di INACRAFT 2026 merupakan wujud nyata komitmen Bio Farma dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing. Menurutnya, ajang ini tidak hanya membuka akses promosi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mitra binaan untuk memahami tren pasar, preferensi konsumen, serta peluang kolaborasi baru.

“Bio Farma konsisten mendukung penguatan UMKM binaan melalui pendampingan berkelanjutan dan perluasan jejaring. INACRAFT 2026 menjadi momentum penting bagi mitra binaan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik yang lebih luas,” ujar Shadiq.

Melalui keterlibatan aktif di pameran berskala nasional ini, Bio Farma berharap UMKM binaan mampu meningkatkan kualitas, inovasi, dan nilai tambah produk, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk bersaing di pasar yang lebih kompetitif.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan menghubungkan industri, budaya, dan kewirausahaan, Bio Farma menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada sektor utama, tetapi juga pada kreativitas lokal yang tumbuh dari akar budaya Indonesia.