BALIKBANDUNG.id – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menganugerahkan Lifetime Achievement Award Avirama Nawasena kepada Dr. (H.C.) Ignasius Jonan, S.E., M.A. dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-22 SBM ITB. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan pada Rabu (11/2) di Kampus SBM ITB Bandung.
Anugerah Avirama Nawasena merupakan penghargaan tertinggi SBM ITB yang diberikan kepada individu dengan dedikasi, integritas, serta warisan manajerial yang berdampak jangka panjang bagi organisasi, ekosistem, dan masyarakat.
Penyerahan penghargaan diawali dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi oleh Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T. Dalam deklarasinya, ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan yang berdampak jangka panjang.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan ini ditujukan bagi sosok pemimpin yang mampu menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan, tidak hanya melalui capaian kinerja, tetapi juga melalui sistem, nilai, dan budaya yang bertahan melampaui masa jabatan, serta membuktikan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kemajuan organisasi.
“Konsep keberlanjutan harus berjalan beriringan dengan kemajuan perusahaan. Kepemimpinan yang transformatif akan meninggalkan sistem, nilai, dan budaya kerja yang bertahan melampaui masa jabatan,” ujarnya.
Dr. (H.C.) Ignasius Jonan dinilai merepresentasikan nilai-nilai tersebut melalui kepemimpinannya di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di tengah berbagai tantangan struktural BUMN, mulai dari rendahnya kualitas layanan hingga lemahnya disiplin organisasi, ia berhasil melakukan transformasi mendasar melalui restrukturisasi yang komprehensif.
Keberhasilan tersebut tercermin pada peningkatan kinerja operasional dan finansial, sekaligus terbangunnya fondasi manajemen modern yang menekankan disiplin, profesionalisme, akuntabilitas, serta perbaikan berkelanjutan.
Selain Lifetime Achievement Award, SBM ITB juga memberikan penghargaan Individu Inspiratif kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam mendorong keberlanjutan.
Penghargaan tersebut dianugerahkan secara anumerta kepada (Alm.) Prof. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D., atas dedikasinya dalam mengembangkan sistem Manajemen Sampah Zero (Masaro) yang mengubah paradigma pengelolaan sampah menjadi lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Penghargaan juga diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Melia Laniwati Gunawan, M.S. atas inovasi Katalis Merah Putih yang mendorong kemandirian industri energi nasional, serta kepada Zagy Berian sebagai Alumni Muda ITB untuk Keberlanjutan melalui inisiatif Society of Renewable Energy (SRE) yang memberdayakan generasi muda dalam gerakan energi terbarukan.
Sementara itu, pada kategori Societal Impact, penghargaan diberikan kepada PT PLN Indonesia Power Saguling atas kolaborasinya dalam pengembangan Kampung Sirkular melalui Teras Hijau Project (THP) sebagai wujud komitmen terhadap pemberdayaan komunitas dan praktik keberlanjutan.
Melalui rangkaian penghargaan ini, SBM ITB menegaskan komitmennya dalam mendorong kepemimpinan transformatif dan inovasi berkelanjutan demi kemajuan bangsa.***















