BalikBandung – Manajer Persib, Umuh Muchtar, secara terbuka menyoroti kepemimpinan wasit Majed Mohammed Alshamrani yang memimpin laga Persib vs Racthaburi FC pada leg kedua ACL Two, di GBLA, Rabu lalu.
Umuh menilai, wasit asal Arab Saudi tersebut memicu emosi publik stadion. Ia menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi keputusan-keputusan di lapangan tidak boleh melukai rasa keadilan.
“Sebenarnya kalau masalah kalah, tidak ada masalah kalah, ya kalah lah. Di mana pun juga ada kalah, ada menang, tapi jangan cara begini,” ujar Umuh.
BACA JUGA: Tersingkir di Asia, Persib Bidik Hattrick
Menurutnya, sejumlah keputusan krusial luput dari perhatian perangkat pertandingan, termasuk insiden yang seharusnya bisa ditinjau melalui VAR. Ia menyinggung momen ketika terjadi kontak keras namun tak berbuah kartu, serta dugaan pelanggaran terhadap pemain Persib yang tak mendapat sanksi.
“Buka dulu VAR sampai ada kaki kena kepalanya, tidak ada kartu kuning. Thom Haye ditarik bajunya juga tidak ada kartu. Ini sudah sangat kelihatan,” katanya.
Usai pertandingan, situasi memanas. Segelintir Bobotoh melakukan pitch invasion dan terjadi kericuhan di sekitar lorong masuk lapangan. Umuh mengaku menyesalkan tindakan tersebut, namun ia memahami luapan emosi suporter.
“Menyesal lah sebenarnya. Tapi saya tidak menyalahkan Bobotoh, pasti masih sangat marah seperti itu. Walaupun aturan tidak boleh seperti ini,” tuturnya.
BACA JUGA: Bojan Hodak Pantau Satu Pemain Jelang Persib vs Persita
Ia juga meminta agar potensi sanksi atau denda terhadap Persib dipertimbangkan secara adil. Menurutnya, sebelum menjatuhkan hukuman, pihak berwenang perlu melihat akar persoalan yang terjadi di lapangan.
“Kenapa harus mengancam kita? Pikirkan dulu sebelum mengancam dan memberikan sanksi kepada Persib,” tegasnya.***








