banner 1280x160

WFH ASN Jadi Opsi Hemat BBM di Tengah Konflik Iran

BalikBandung,- Memanasnya konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipatif yang tidak hanya bersifat makro, tetapi juga menyentuh pola kerja aparatur negara.

Salah satu opsi yang mencuat adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya efisiensi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Namun di balik kekhawatiran global tersebut, kondisi ekonomi nasional—khususnya di Jawa Barat—justru menunjukkan daya tahan yang kuat.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa hingga pekan ketiga eskalasi konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, belum terlihat dampak signifikan terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia.

Darwisman menyebut, stabilitas harga BBM menjadi salah satu faktor penting yang menjaga kondisi ekonomi tetap kondusif.

“Harga BBM masih terkendali dengan baik karena kita tidak terlalu bergantung pada suplai minyak dari Selat Hormus,” ujarnya.
dalam Media Update Triwulan I 2026 bertajuk “Babarengan Calik Ngobrolkeun Sektor Jasa Keuangan (Bancakan)” di Bandung, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi di Jawa Barat tetap bergerak positif. Investasi terus mengalir, ekspor mengalami peningkatan, dan sektor perbankan menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan kredit nasional di kisaran sembilan persen.

Tak hanya itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan juga terus tumbuh, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global.

Meski demikian, OJK Jabar tidak lengah. Pemantauan intensif akan terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari konflik Timur Tengah.

Dalam konteks inilah, kebijakan WFH bagi ASN dinilai relevan sebagai langkah preventif. Selain mengurangi mobilitas harian yang berdampak pada konsumsi BBM, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran pemerintah.

“Selain WFH, efisiensi penggunaan anggaran juga perlu diperketat agar kita dapat bertahan dan memperkuat ketahanan pangan,” kata Darwisman.

Penerapan WFH pun dinilai bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari adaptasi birokrasi terhadap situasi global yang tidak menentu. Di satu sisi, langkah ini membantu menjaga stabilitas energi nasional, sementara di sisi lain memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

Dengan kombinasi kebijakan adaptif dan fundamental ekonomi yang kuat, Jawa Barat diyakini mampu melewati tekanan global akibat konflik Iran tanpa guncangan berarti.