banner 1280x160
Persib  

Lawan Persib Tanpa Penonton, Pelatih Dewa United Angkat Bicara

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink. (iLeague.id)

BalikBandung – Pelatih Jan Olde Riekerink menerima keputusan laga tanpa penonton saat menghadapi Persib Bandung di Banten International Stadium (BIS), Senin 20 April 2026.

Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan berada dalam kendalinya dan pasti memiliki alasan yang kuat. “Dengar, bukan keputusan saya untuk bermain tanpa penonton,” ujarnya dalam jumpa pers, Ahad 19 April 2026.

Riekerink menilai, situasi ini bukan karena keinginan untuk meniadakan suporter. Menurutnya, ada pertimbangan tertentu yang membuat keputusan itu diambil.

BACA JUGA: Alasan Laga Dewa United vs Persib Tanpa Penonton Terungkap

“Pasti ada alasan yang sangat kuat. Bukan karena orang-orang tidak mau ada penonton. Tapi saya rasa memang sulit untuk membuat pilihan itu saat ini,” katanya.

“Jadi pasti ada alasan bagus, bukan kapasitas saya untuk menghakimi, kita harus menerimanya,” sambungnya.

Meski begitu, Riekerink mengakui bahwa bermain di stadion penuh tetap menjadi hal yang ideal. Ia mengibaratkan pemain sepak bola seperti aktor yang tampil di atas panggung.

“Saya pikir kami sebagai pemain bola, kami juga seperti aktor. Kami suka bermain di panggung dengan tekanan sebesar mungkin, dengan penonton,” lanjutnya.

Ia bahkan menyinggung laga sebelumnya, di mana kehadiran suporter memberi dampak positif. Atmosfer pertandingan dinilai membantu jalannya permainan.

“Seperti laga terakhir penonton sangat membantu kami. Sekarang ada pilihan lain (tanpa penonton). Ini bukan keinginan saya, saya suka laga dengan stadion penuh dan tekanan, itu laga terbaik,” tambahnya.

Meski demikian, ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa keputusan tersebut diambil dengan alasan yang tepat.

“Tapi pasti ada alasan bagus di balik keputusan ini, jadi kami harus terima,” tegasnya.

BACA JUGA: Alami Masalah, Satu Pemain Persib Dipantau Staf Medis

Riekerink juga menyampaikan pesan untuk para suporter yang tidak bisa hadir langsung di stadion. Ia berharap pertandingan tetap bisa dinikmati dari mana pun.

“Saya selalu berharap mereka menikmati, terutama perhatian pada pertandingan. Sekali lagi, agar mereka melihat dua gaya bermain yang berbeda, bahwa akan ada banyak momen menarik,” ucapnya.

Pada akhirnya, ia menegaskan peran tim sebagai penghibur. Para pemain dituntut menyajikan permainan yang atraktif.

“Dan pada akhirnya, kami adalah penghibur. Kami harus menghibur,” pungkasnya.***