banner 1280x160
Persib  

Marc Klok Bantah Tuduhan Bhayangkara FC Terkait Tindakan Rasisme

Kapten tim Persibn, Marc Klok alami cedera. Ia kemungkinan asben di laga Persis vs Persib. (Hasan H/Balikbandung.id)

Balikbandung – Kapten tim Persib Bandung, Marc Klok dituduh melakukan tindakan rasis kepada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia.

Tuduhan tersebut disampaikan Bhayangkara FC melalui postingan Instagram berjudul klarifikasi. Bhayangkara FC menilai perlunya tindakan tersebut karena video adu mulut Wahyu Subo Seto dengan Marc Klok viral di media sosial.

Setelah adanya tuduhan melakukan tindakan rasis, Marc Klok membantah. Ia membuat sebuah pernyataan, ia tidak melakukan tindakan tersebut.

BACA JUGA: Kisah Manajer Persib, Nekat Ke Lampung Meski Sakit

Berikut isi pernyataan Marc Klok: 

Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya.

Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme.

Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang.

Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan.

Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.

Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, “Give me the ball back.”

Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata “black”.

Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya.

Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini.

Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar.

Marc Klok