Balikbandung – Ada masanya ketika Persib Bandung kerap terganjal oleh mitos dan keangkeran stadion lawan. Namun, kedatangan Bojan Hodak perlahan mengubah lanskap tersebut, mengubah keraguan menjadi sebuah perjalanan yang penuh rekor dan dominasi.
Saat menukangi Pangeran Biru di musim 2023/2024 dan 2024/2025 juru taktik asal Kroasia ini membawa cetak biru sepak bola yang efektif dan dingin.
Puncaknya terjadi di pekan ke-27 2024/2025. Kemenangan atas Semen Padang FC bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pencapaian langka dimana Hodak resmi menumbangkan seluruh 20 tim kontestan Liga 1 yang ia hadapi selama dua musim terakhir.
BACA JUGA LUR: Bobotoh Siap-Siap! Manajemen Persib Buka Suara Soal Jadwal Launching Tim
Catatan ini melengkapi portofolio menterengnya di Bandung. Hodak adalah pelatih asing pertama yang berhasil mempersembahkan trofi juara bagi Maung Bandung.
Di tangannya pula, rantai kutukan sejarah satu per satu terputus—mulai dari rekor tak pernah menang di kandang Bali United, hingga keangkeran Stadion Segiri di Samarinda dan Stadion H. Agus Salim di Padang yang akhirnya runtuh.
Bagi Hodak, statistik impresif mengalahkan 20 tim ini tampaknya hanyalah efek samping dari target yang jauh lebih besar. Fokusnya tidak pernah bergeser dari trofi kolektif.
Saat itu Ia menegaskan tidak sedang berburu rekor pribadi, melainkan sedang menuntun pasukannya untuk mempertahankan mahkota juara secara back-to-back.
BACA JUGA LUR: Jejak Emas dan Ambisi Besar Beckham Putra
Harapan pelatih asal Kroasia tersebut akhirnya terwujud. Ia berhasil membawa Persib meraih gelar juara Liga 1 2024/2025 dua tahun beruntun.
Dari seorang penyelamat di masa transisi, kini Hodak menjelma menjadi arsitek yang siap menancapkan hegemoni baru bagi sepak bola Bandung.***







