banner 1280x160

Buka Jalan ke Singapura, Ratusan Talenta Muda Padati Seleksi Neo Gen Football Academy

Founder Neo Gen Football Academy, Rizky Bagja Permana dan gelandang Indonesia, Dedi Kusnandar.

Balikbandung – Mantan kiper Persib, Rizky Bagja Permana dan eks striker naturalisasi Persib juga Timnas Indonesia, Sergio van Dijk, berkolaborasi dengan sejumlah nama besar untuk membangun masa depan sepak bola tanah air melalui pendirian Neo Gen Football Academy.

Sebagai langkah awal, akademi ini langsung tancap gas menggelar seleksi ketat guna menyaring talenta usia di bawah 10 tahun (KU-10) untuk bertarung di turnamen internasional di Singapura.

Agenda penjaringan bakat ini berlangsung di Lapangan PPI Pussenif, Kota Bandung, pada 3 dan 5 Juli 2026. Program berkelas ini sukses menyedot perhatian besar hingga memikat sekitar 230 pesepak bola cilik yang bermimpi mencicipi atmosfer kompetisi luar negeri.

“Total seleksi yang ikut serta saat ini di batch pertama ada 70 orang, dan akan dilaksanakan selanjutnya di hari Minggu. Sehingga total seleksi pemain yang hadir dan mendaftar itu kurang lebih ada 230 orang,” ujar Rizky Bagja, mantan kiper Persib musim 2011-2013 yang kini bertindak sebagai Founder Neo Gen Football Academy.

Persaingan ketat penyeleksian ini hanya akan menyisakan ruang bagi 15 hingga 20 pemain terbaik saja. Tim pelatih menerapkan standar tinggi karena akademi ini melibatkan deretan arsitek taktik ternama seperti Regi Aditya, Ronald Innova, Dadan, Sigit Hermawan, Damar, dan Fahri.

Manajemen juga merancang program berkelanjutan dengan menyiapkan kelompok umur lain. Setelah merampungkan KU-10, mereka bakal membuka seleksi KU-15 untuk menyongsong turnamen bergengsi di Bali pada September mendatang.

“Kita akan buka secara bertahap. Tapi mungkin dengan komponen SDM sekarang, pelatih yang sudah ada, kita mungkin baru membuka di usia 10 dan 15,” tutur Bagja menambahkan rencana strategis akademi.

Aktivitas pembinaan ini juga menarik perhatian gelandang senior Indonesia, Dedi Kusnandar, yang turun langsung mengemban tugas sebagai pemandu bakat (talent scouting). Pemain yang akrab disapa Dado ini mengingatkan bahwa orientasi utama dalam sepak bola usia dini bukanlah trofi, melainkan serapan ilmu dan pengalaman bertanding.

“Karena kita bisa melihat sejauh mana tingkat skill dan pengalaman di sana, menang bukan tujuan utama di tingkat itu karena sepak bola masih panjang,” pungkas Dedi Kusnandar memberikan pesan edukatif.***