Balikbandung – Pelatih legendaris sepak bola Indonesia, Rahmad Darmawan, resmi mengemban tugas baru sebagai Technical Advisor (Penasihat Teknis) untuk mengawal tumbuh kembang talenta muda di Neo Gen Football Academy. Kehadiran juru taktik yang akrab disapa Coach RD ini menjadi suntikan energi besar bagi akademi baru tersebut yang kini resmi memulai agenda latihan perdana mereka di Bandung.
Berdirinya wadah pembinaan usia dini ini berawal dari obrolan santai via Zoom sekitar dua bulan lalu antara Sergio van Dijk, Rizky Bagja, Sigit Hermawan, dan Regi Aditya. Komitmen bersama tersebut akhirnya terealisasi nyata lewat pembentukan akademi sepak bola yang terstruktur rapi.

Saat ini, pihak akademi mengoordinasikan dua kelompok umur potensial, yakni kelompok usia 10 tahun (KU-10) dengan 70-an siswa dan kelompok usia 15 tahun (KU-15) yang menampung 23 pemain. Guna menjaga kualitas, tim kepelatihan bersertifikat resmi akan membagi para siswa ke dalam tim elit penerima beasiswa dan tim reguler.
“Tadi saya hanya memberikan motivasi kepada mereka. Posisi saya di sini kan hanya sebagai Technical Advisor, jadi saya hanya membantu. Sekali lagi, bentuk upaya apapun untuk membangun sepak bola Indonesia melalui grassroots (akar rumput) atau youth development, pasti akan saya dukung penuh,” ujar Rahmad Darmawan saat menceritakan peran barunya.
BACA JUGA LUR: Buka Jalan ke Singapura, Ratusan Talenta Muda Padati Seleksi Neo Gen Football Academy
Dalam menyusun kurikulum taktis di lapangan, manajemen memercayakan posisi Direktur Teknik kepada Coach Regi Aditya. Langkah tersebut bertujuan agar seluruh staf kepelatihan mampu memberikan materi pengajaran sepak bola yang tepat dan tidak menyalahi aturan batasan umur para siswa.
“Sekali lagi, untuk program latihan yang akan mereka lakukan, semuanya akan langsung diawaki oleh Coach Regi sebagai Direktur Teknik. Jadi semuanya jelas, karena kita ingin para pelatih memberikan pengajaran yang betul-betul tidak menyalahi aturan untuk kelompok usia tersebut,” lanjut Coach RD menegaskan struktur kepelatihan akademi.

Manajemen juga merancang program jangka pendek dengan membidik satu turnamen regional bergengsi pada Oktober mendatang. Selain itu, pihak akademi berencana menambah cakupan kelompok umur baru, mulai dari usia 6 tahun hingga pengisi celah umur remaja dalam beberapa bulan ke depan.***






