BALIKBANDUNG.id – Ketersediaan energi yang memadai dan andal dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung daya tarik investasi sekaligus pengembangan kawasan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.
Ekonom dan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) Akuat Supriyanto mengatakan, penguatan infrastruktur kelistrikan perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kawasan yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, ketersediaan energi memang menjadi salah satu pertimbangan bagi dunia usaha dan investor. Namun, investasi juga membutuhkan dukungan berbagai faktor lain.
“Listrik ini punya pengaruh atau faktor yang besar sekali untuk dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi,” kata Akuat.
Ia menyebut transportasi, akses pasar, sumber daya manusia, dan kepastian regulasi juga perlu diperhatikan agar pengembangan Jampang Kulon dapat berjalan lebih optimal.
Selain infrastruktur kelistrikan, Akuat menilai potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Jawa Barat dapat terus dikaji sebagai bagian dari sistem energi jangka panjang.
Potensi tenaga surya, air, dan panas bumi, menurutnya, dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan kelayakan serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Penguatan energi juga perlu dibarengi literasi publik agar masyarakat memahami peluang pemanfaatan energi secara produktif.
Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan institusi pendidikan dinilai dapat mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurut Akuat, Jampang Kulon memiliki peluang berkembang apabila penguatan energi diikuti peningkatan kapasitas masyarakat dan pengembangan sektor produktif.
Dengan pendekatan tersebut, penguatan infrastruktur energi tidak hanya mendukung kebutuhan listrik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembangunan kawasan dan pengembangan ekonomi jangka panjang di Selatan Sukabumi.*







