BALIKBANDUNG.id – Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa Barat dinilai perlu dibarengi penguatan sumber daya manusia (SDM) agar akses listrik yang diberikan kepada masyarakat prasejahtera tidak hanya meningkatkan penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Subject Content Specialist Creativepreneur BINUS Bandung, Dr. Nur Azmi Karim, S.E., M.Si., mengatakan listrik dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berkomunikasi hingga menjalankan usaha.
Namun, menurutnya, manfaat tersebut akan lebih optimal jika masyarakat memiliki kemampuan untuk memanfaatkan energi secara produktif.
“Jangan sampai listrik sebenarnya perlu, tapi ada yang lebih perlu. Misalnya pembangunan tentang human capital, bagaimana membangun sumber daya manusianya supaya dia cerdas,” ujar Nur Azmi.
Ia menjelaskan, keberadaan listrik dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Anak-anak dapat belajar lebih lama dengan penerangan yang memadai, sementara masyarakat dapat menjalankan aktivitas produktif hingga malam hari.
Di sektor usaha, listrik juga memungkinkan masyarakat menggunakan peralatan produksi dan mengembangkan industri rumah tangga.
“Dengan listrik mereka bisa melakukan usaha, misalnya industri. Dengan industri itu kan mereka punya pekerjaan. Kalau punya pekerjaan pasti punya pendapatan,” katanya.
Meski demikian, Nur Azmi menilai dampak akses listrik terhadap peningkatan taraf hidup tetap perlu dievaluasi.
“Kalau ketersediaan listrik pasti ada, pasti taraf hidup juga akan meningkat, asumsinya. Tapi kembali lagi perlu dilakukan analisis, apakah cukup ketersediaan listrik itu bisa meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.
Karena itu, LUTD dinilai dapat menjadi tahap awal yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai program pemberdayaan, seperti peningkatan keterampilan, literasi teknologi, pemahaman keuangan hingga pengembangan kapasitas usaha.
Program lanjutan tersebut, kata Nur Azmi, perlu disesuaikan dengan karakter penerima manfaat dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
Kesiapan masyarakat, kebijakan pemerintah daerah, potensi ekonomi hingga peluang investasi juga perlu menjadi pertimbangan.
“Harus dilihat dari kesiapan wilayah tersebut juga, kesiapan masyarakatnya, kesiapan kebijakan pemerintahannya,” tuturnya.
Nur Azmi juga mendorong evaluasi jangka panjang terhadap penerima manfaat LUTD. Evaluasi tersebut penting untuk melihat apakah akses listrik memberikan perubahan terhadap produktivitas, kreativitas, inovasi hingga kondisi ekonomi keluarga.
Dengan demikian, manfaat LUTD PLN UID Jabar diharapkan tidak berhenti pada penyambungan listrik, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.*







