banner 1280x160

HUT ke-499, Indramayu Didorong Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan Pantura

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong Kabupaten Indramayu fokus meningkatkan kualitas SDM, memperkuat ekonomi masyarakat, serta membangun konektivitas dan kolaborasi di usia ke-499 tahun. Dengan potensi produksi padi 1,67 juta ton per tahun, Indramayu diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan Pantura Jabar. (Foto Humas Jabar)

BALIKBANDUNG.id – Kabupaten Indramayu didorong memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), ekonomi masyarakat, serta konektivitas dan kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga di usia ke-499 tahun.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, ketiga aspek tersebut menjadi kunci agar Indramayu tidak hanya menjadi daerah penting bagi Jawa Barat, tetapi juga mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di kawasan Pantai Utara (Pantura).

Hal itu disampaikan Erwan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu (7/10/2026).

“Saya yakin dengan potensi yang besar dan semangat masyarakatnya, Indramayu tidak hanya menjadi bagian penting bagi Jawa Barat, tetapi jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura,” kata Erwan.

Produksi Padi Capai 1,67 Juta Ton

Indramayu selama ini menjadi salah satu daerah andalan ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional. Produksi padinya mencapai 1,67 juta ton per tahun.

Selain sektor pertanian, Indramayu juga memiliki potensi di bidang industri, energi, kelautan, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Menurut Erwan, pengembangan investasi strategis di kawasan Balongan turut membuka peluang untuk memperkuat sektor industri sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian daerah dan peningkatan pendapatan warga.

Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Tantangan

Di balik potensi tersebut, Indramayu masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Data tahun 2025 menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu berada di angka 71,58. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat 6,47 persen dan tingkat kemiskinan mencapai 11,02 persen.

Erwan menilai, tantangan tersebut membutuhkan kerja sama lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Ia berharap kolaborasi dapat mendorong penurunan kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan IPM, serta memperkecil kesenjangan ekonomi masyarakat.

“Ini pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Mari fokus selesaikan semua permasalahan di Indramayu ini dengan kolaborasi sehingga tingkat kemiskinan bisa menurun, IPM semakin meningkat, pengangguran menurun dan yang paling utama adalah bagaimana masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Erwan menegaskan, Pemprov Jabar siap mendukung upaya pembangunan di Indramayu agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Rapat Paripurna Berlangsung Khidmat

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 berlangsung khidmat. Seluruh anggota DPRD mengenakan pakaian adat khas Indramayu.

Agenda tersebut juga diisi dengan pembacaan sejarah berdirinya Kabupaten Indramayu yang telah berkembang selama hampir lima abad.

Momentum hari jadi ini diharapkan menjadi penguat semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan warga.*