BalikBandung – Bus pemain Persib Bandung yang tampil di Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 musim 2026/2027, mendapat penyerangan dari oknum supporter, Minggu (11/10/2026) malam.
Peristiwa mencekam ini berlangsung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, sekitar pukul 21.30 WIB saat rombongan dalam perjalanan kembali menuju Bandung.
Akibat penyerangan ini Bus yang membawa rombongan juga dilaporkan mengalami kerusakan terutama di bagian kaca dan Pandu Persada media Officer PT Persib Bandung Bermartabat dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan sempat tertinggal di lokasi kejadian.
Terkait insiden penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung U-18, Viking Persib Club menyatakan sikapnya lewat akun media sosialnya.
Berikut ini pernyataan sikap Viking Persib Club.
1. Tindakan tersebut adalah KEJAHATAN bukan Rivalitas. Kita bersepakat bahwa rivalitas berhenti di garis lapangan. Penyerangan kepada bus pemain muda itu adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika supporter.
2. Pemain muda adalah masa depan bangsa, mereka adalah aset yang harus kita jaga apapun klubnya, menyerang mereka sama dengan membunuh masa depan sepakbola itu sendiri.
3. Kami menuntut agar insiden ini bisa menjadi perhatian federasi, dan mendukung penuh aparat kepolisian mengusut tuntas, mengidentifikasi pelaku, dan menghukum seberat beratnya. TIDAK ADA TOLERANSI untuk kekerasan terhadap anak.
4. Kami mengajak seluruh elemen suporter di Bandung, khususnya, dan di Indonesia, umumnya, untuk mengawal dan berdiri bersama bibit muda sepakbola Indonesia. Sepakbola harus menjadi RUANG AMAN BAGI ANAK-ANAK UNTUK BERMIMPI.
“Tidak ada ruang untuk KEKERASAN. No room for VIOLENCE.” ***







