BalikBandung – Buky Wibawa Karya Guna resmi menjabat sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Jawa Barat periode 2026–2030, setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Buky, terpilihnya ia secara aklamasi merupakan bentuk kepercayaan dari para pemilik suara atau voters. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap Tommy Apriantono dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Ketua PSSI Jabar.
“Sekali lagi tentu ini merupakan kepercayaan dari voters ya, yang berjumlah 95 kalau tidak salah ya. Jadi, ini juga tentu saja kepercayaan dari teman-teman yang tadinya akan maju menjadi calon ketua PSSI, dari Prof Tommy, dari Kang Farhan,” katanya di Hotel Horison.
Pada kesempatan tersebut, Buky juga mengapresiasi Vivin Cahyani yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI Jawa Barat sekitar satu tahun.
“Tentu saja selama ini juga ada peran yang tidak kalah penting, yang sangat penting, yaitu kehadiran Bu Vivin sebagai PLT PSSI Provinsi Jawa Barat yang terus-terusan memberikan pembinaan yang luar biasa,” ungkapnya.
“Dalam waktu kurang dari satu tahun, banyak hal yang sudah dilakukan oleh PLT Ketua PSSI Provinsi Jawa Barat yang juga tentu saja menginspirasi saya bagaimana nanti sepak bola atau ekosistem sepak bola di Provinsi Jawa Barat ini bisa kita bangun bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut Buky mengatakan, Jawa Barat selama ini telah menjadi salah satu barometer sepak bola nasional sekaligus daerah yang berkontribusi dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas.
Tak hanya itu, Buky juga mengungkapkan peran UNI, klub sepak bola yang memiliki sejarah panjang dalam pembinaan pemain di Kota Bandung.
Buky mengatakan berdiri sejak 1903, UNI menjadi salah satu klub yang berkontribusi melahirkan pemain untuk Persib Bandung hingga Timnas Indonesia.
“Dan saya juga tidak boleh melupakan sejarah bahwa saya berangkat dari klub UNI adalah klub dan sekolah sepak bola tertua di Indonesia tahun 1903, itu klub bola dan sekolah sepak bola paling tua di Indonesia, 1903, lebih tua dari Persib,” ungkapnya.
“Dan sekian lama UNI juga menjadi kontributor pemain, apa supplier pemain untuk Persib dan banyak legend-legend pemain bola dilahirkan dari UNI sampai sekarang,” jelasnya.
Buky menegaskan, kedepannya pentingnya menyelaraskan program pembinaan sepak bola di daerah dengan kebijakan PSSI pusat.
Menurut Buky, pembinaan harus dilakukan secara terintegrasi agar program nasional dapat menjangkau hingga tingkat desa.
Selain itu, Buky juga menekankan perlunya dukungan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan pelatih untuk memperkuat pembinaan sepak bola di Jawa Barat.
“Jadi PR-nya tentu adalah kita akan terus meminta pembinaan dari PSSI Pusat karena programnya tidak boleh parsial secara program ya, ada program nasional yang harus disinkronkan sampai ke mungkin program-program di pedesaan. Dan itu butuh dukungan, terutama butuh dukungan pelatih,” tegasnya. ***







