Tangis Haru Pecah Saat Lili Diselamatkan dari Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Di bawah guyuran hujan deras dan tanah yang masih labil, harapan dan duka bercampur di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sabtu (24/1/2026)

balikbandung.id – Di bawah guyuran hujan deras dan tanah yang masih labil, harapan dan duka bercampur di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sabtu (24/1/2026) menjadi hari panjang bagi Tim SAR Gabungan yang berjibaku menembus lumpur demi satu tujuan: menemukan korban bencana tanah longsor, hidup ataupun tidak.

Di tengah situasi mencekam itu, secercah harapan muncul pada pukul 11.10 WIB. Seorang perempuan bernama Lili berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tubuhnya lemah, wajahnya pucat, namun nyawanya terselamatkan. Tangis haru pun pecah di lokasi evakuasi saat Lili segera dibawa ke Puskesmas Pasirlangu untuk mendapatkan penanganan medis.

“Mulai pukul 11.10 WIB siang tadi, Tim SAR Gabungan mengevakuasi satu korban selamat atas nama Lili. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dan kami menemukan korban lainnya dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Ade Dian, selaku SAR Mission Coordinator Operasi SAR
Bencana Tanah Longsor Cisarua.

Namun, di balik kabar penyelamatan tersebut, duka terus menyelimuti. Proses pencarian yang berlangsung hingga petang kembali menemukan korban jiwa. Pada pukul 15.54 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan tiga korban perempuan, dua di antaranya berada di titik yang sama, sementara satu korban ditemukan di koordinat berbeda.

Penemuan terakhir pada hari itu terjadi pukul 18.23 WIB, kembali seorang perempuan ditemukan meninggal dunia, tertimbun material longsoran yang basah dan berat.

Menjelang malam, tepat pukul 19.00 WIB, tim gabungan menghentikan sementara operasi untuk melaksanakan debriefing dan evaluasi harian. Data sementara mencatat 23 orang selamat, 9 orang meninggal dunia—lima di antaranya telah diserahterimakan kepada keluarga, sementara empat lainnya masih berada di Posko DVI untuk proses identifikasi.

Selain itu, dua bagian tubuh (body part) masih dalam proses identifikasi, dan sekitar 80 orang lainnya diduga masih tertimbun, angka yang bersifat sementara dan dapat berubah seiring berjalannya pencarian.

Cuaca menjadi tantangan terbesar. Hujan deras tak henti mengguyur lokasi, membuat tanah semakin labil dan membahayakan keselamatan tim. Akses menuju area pencarian yang sulit juga membatasi pergerakan alat dan personel di lapangan.

Meski demikian, semangat kemanusiaan tak surut. Tim SAR Gabungan memastikan pencarian akan dilanjutkan kembali esok hari, dengan harapan masih ada korban yang dapat diselamatkan. Di Pasirlangu, setiap menit berarti, dan setiap nyawa menjadi alasan utama bagi para penyelamat untuk terus bertahan di tengah lumpur dan hujan.