banner 1280x160

Akses Listrik Dinilai Bisa Bantu Warga Prasejahtera Putus Lingkaran Kemiskinan

Listrik bukan sekadar penerangan. Akses listrik dapat membuka peluang anak belajar lebih lama, keluarga bekerja, hingga mengembangkan usaha dari rumah. (Ilustrasi AI)

BALIKBANDUNG.id – Akses listrik dinilai bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga dapat membuka peluang masyarakat prasejahtera meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga.

Ekonom Universitas Islam Bandung (Unisba) Ade Yunita Mafruhat mengatakan, program Light Up the Dream (LUTD) dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Listrik adalah alat paling efektif untuk memutus poverty trap atau lingkaran kemiskinan,” kata Ade.

Menurutnya, keberadaan listrik memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas setelah malam hari. Anak-anak bisa belajar dengan penerangan yang memadai, sementara keluarga dapat memanfaatkan perangkat elektronik dan teknologi untuk mendukung berbagai kebutuhan.

Dari sisi ekonomi, listrik juga memungkinkan masyarakat menjalankan usaha dari rumah. Mesin jahit, lemari pendingin hingga berbagai peralatan produksi dapat digunakan sehingga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan.

Karena itu, Ade menilai penyambungan listrik melalui program seperti LUTD memiliki nilai pemberdayaan.

“Ini sebetulnya bukan sekadar bantuan sosial biasa. Menurut saya, ini merupakan investasi pemberdayaan,” ujarnya.

Ade berharap keberhasilan LUTD tidak hanya dilihat dari jumlah rumah yang mendapatkan sambungan listrik. Dampaknya terhadap kegiatan belajar, produktivitas dan perkembangan usaha masyarakat juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.

Setelah akses listrik tersedia, masyarakat juga perlu didorong untuk memanfaatkannya dalam kegiatan yang menghasilkan nilai tambah.

Menurut Ade, pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau.

Dengan begitu, akses listrik diharapkan dapat menjadi fondasi bagi masyarakat prasejahtera untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan membangun kemandirian secara bertahap.*