BalikBandung – Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) resmi menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Keputusan itu diambil menyusul sejumlah insiden yang terjadi saat Persib menghadapi Ratchaburi FC di kompetisi Asia.
Penutupan mulai diberlakukan pada laga Persib melawan Persita, Ahad, 22 Februari 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyebut terdapat sejumlah insiden serius pada pertandingan Persib vs Ratchaburi FC. Di antaranya pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan objek, penyalaan petasan, hingga pitch invasion yang melibatkan sebagian oknum suporter.
BACA JUGA: Tersingkir di Asia, Persib Bidik Hattrick
“Situasi ini menjadi perhatian serius, terlebih karena pertandingan berlangsung dalam kompetisi level Asia yang turut membawa nama Persib, Bandung, dan Indonesia,” ujar Adhitia dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan bahwa manajemen memahami dinamika emosi dalam sepak bola. Namun, tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, dan penonton tidak dapat ditoleransi.
“Kami memahami bahwa dinamika emosi dalam sepak bola adalah hal yang tidak terpisahkan. Namun demikian, setiap bentuk tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun sesama penonton tentu perlu kita sikapi bersama,” katanya.
Selain penutupan tribun, manajemen juga melakukan evaluasi dan investigasi internal secara menyeluruh terhadap aspek penyelenggaraan pertandingan. Pembenahan akan dilakukan bertahap untuk memastikan laga ke depan berlangsung aman dan kondusif.
“Pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan lebih mendalam, guna memastikan setiap laga ke depan dapat berlangsung dalam situasi yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.
BACA JUGA: Dilarang Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api!
Adhitia juga mengajak Bobotoh menjaga marwah klub. Ia menekankan bahwa dukungan suporter selama ini merupakan kekuatan utama Persib, namun harus diwujudkan dalam sikap yang dewasa dan bertanggung jawab.
“Kami percaya, semangat Bobotoh selama ini selalu menjadi kekuatan utama Persib. Karena itu, mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab,” pungkasnya.***








