Bagaimana Nasib Bandara Husein Sastranegara?

  • Viral
  • Rabu, 30 Oktober 2019

 

Tahun ini, nasib Bandara kebanggaan warga Bandung tersebut semakin “terbenam.” Ekspansi beberapa penerbangan domestik ke Bandara Kertajati, Majalengka, menjadi salah satu penyebabnya. Lantas, bagaimana warga Bandung menyikapi hal tersebut?

 

Menelisik dari berbagai sumber berita termahsyur yang berkeliaran, hampir setengah warga Bandung lebih memilih bertolak ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, ketimbang ke Bandara Kertajati di Majalengka.

 

Hal tersebut membuat beberapa hotel di Kota Bandung pun tenggelam oleh wisatawan. Sampai saat ini, pemindahan penerbangan dari Bandara Husein menuju Bandara Kertajati di Majalengka masih menyisakan polemik yang mendalam bagi pariwisata di Jawa Barat.

 

Alih-alih mau menjadi Provinsi pariwisata di Indonesia, Jawa Barat malah dirundung ketimpangan akibat dari pemindahan tersebut. Kalau sudah begini, siapa yang salah ?

 

Seperti dilansir dari laman Detik.com, menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar, mengatakan perlu ada jalan tengah untuk mengatasi minimnya wisatawan datang ke Kota Bandung akibat pemindahan beberapa penerbangan domestik ke Bandara Kertajati, Majalengka.

 

Saat ini hiruk pikuk Bandara Husein pun terancam, kota Bandung ikut kena batunya dan celakanya Jawa Barat akan semakin kesulitan bersaing dengan Provinsi lainnya di Indonesia. Kenapa? Sampai saat ini, aksesibilitas menuju Bandara Kertajati masih tersendat.

 

Tengoklah, jalur bebas hambatan yang menghubungkan Bandung – Majalengka ( Tol Cisumdawu) saat ini pengerjaannya masih tahap kontruksi untuk seksi 1 hingga 3, yaitu seksi 1 fase Cileunyi – Tanjungsari, seksi 2 fase Tanjungsari – Sumedang, seksi 3 fase Sumedang – Cimalaka.

 

Masih jauh memang, jalan Tol Cisumdawu yang digadang-gadang menjadi solusi untuk mempercepat aksesibilitas menuju BIJB masih tersendat, sedangkan pemindahan penerbangan sudah dilakukan ke BIJB.

 

Ada yang keliru dari pemindahan tersebut, dan berdampak terhadap penurunan jumlah tingkat hunian atau okupansi hotel. Saat ini, okupansi hotel di Bandung hanya 52,5 persen berbeda dari 2015-2016 awal yang mencapai 70 persen.

 

Nahas memang, saat ini nasib Bandara Husein pun diujung tanduk, bagaikan kacang yang lupa kulitnya. Dulu mereka jadi jendela utama pertumbuhan Pariwisata di Jawa Barat, sekarang mereka di anak tirikan. Kapungkur mah Bandung teh dipuja-puji sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia, sekarang ?

 

Dampaknya pun tidak hanya ke okupansi hunian hotel dan tempat wisata saja, beberapa pedagang yang berada di Bandara Husein terancam masa depannya. Tidak ada kejelasan, bagaimana ke depannya nasib Bandara kesayangan warga kota Kembang itu menjadi salah satu biang keladinya.

 

“Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, itulah wajah Bandara Husein sekarang. Seolah tenggelam oleh megahnya bangunan Bandara Kertajati yang hampa tanpa penghuni.”

 

Pertanyaan terbesar yang selalu tersirat dalam benak warga Bandung adalah BAGAIMANA NASIB BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA SEKARANG ?

 

Leave a Reply

Feggy Nurdiyansah
  Subscribe  
Notify of

Lagi Ngetrend

Lima tips jadi mahasiswa baru yang kerenable persi Balikbandung.id

Feggy Nurdiyansah

Dibaca 843 Kali

Sepakbola dalam Kedekatan Pembangunan Kota

Reva Bagja Andriana

Dibaca 207 Kali

Menjadi Fahmi, si Anak Jalanan Itu

Mutamarid Ghabi Budu

Dibaca 202 Kali

Kiat-kiat Jadi Pengendara yang Sopan Ketika Melewati Tol Cipularang

Feggy Nurdiyansah

Dibaca 195 Kali

Livi Zheng, Penulis Rilis yang Kebetulan Jadi Sutradara

Fikri Arigi

Dibaca 179 Kali

MUSIK: “Fundamental of Desire”, Parakuat (2019) | ALBUM ESSAY

Bobbie Rendra

Dibaca 166 Kali