banner 1280x160

Bank Indonesia Siapkan Rp16,7 Triliun Hadapi Ramadan–Idulfitri 2026 di Jawa Barat

balebandung,- Upaya menjaga denyut ekonomi daerah selama Ramadan dan Idulfitri 2026 kembali diperkuat. Bank Indonesia bersama perbankan se-Jawa Barat (Jabar) menyiapkan strategi likuiditas melalui penguatan layanan penukaran uang Rupiah, demi memastikan kelancaran transaksi masyarakat pada periode konsumsi tertinggi dalam setahun.

Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 resmi diluncurkan di Bandung (13/2) oleh
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, bersama pimpinan perbankan wilayah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kick off nasional SERAMBI 2026 yang sebelumnya dibuka oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali di Jakarta, mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.

Dari sisi ekonomi, BI se-Jawa Barat mengalokasikan uang Rupiah sebesar Rp16,7 triliun untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Rinciannya, Rp10,29 triliun disiapkan oleh BI Jawa Barat, Rp2,55 triliun oleh BI Tasikmalaya, dan Rp3,89 triliun oleh BI Cirebon.

“Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan optimisme aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus komitmen menjaga kecukupan uang layak edar di tengah lonjakan kebutuhan belanja, tradisi berbagi, hingga arus mudik,”jelasnya

Namun, strategi penyediaan uang tunai tersebut dirancang adaptif dengan perkembangan ekonomi digital. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan transaksi nontunai yang konsisten membuat pola konsumsi masyarakat semakin terukur. Artinya, kebutuhan uang kartal tetap meningkat secara musiman, tetapi dikelola lebih efisien agar tidak mengganggu stabilitas sistem pembayaran maupun pengendalian inflasi daerah.

Untuk mendekatkan layanan kepada publik, BI dan perbankan membuka 359 titik penukaran di 27 kabupaten/kota, termasuk 285 loket perbankan, selama periode 2–12 Maret 2026. Jangkauan layanan diperluas ke pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat—mulai dari masjid, pusat olahraga, terminal, hingga rest area jalan tol—sehingga mendukung kelancaran transaksi di pusat konsumsi dan jalur mudik.

Kepala BI Jabar menyebutkan, seluruh proses penukaran dilakukan secara terencana melalui aplikasi PINTAR, guna memastikan layanan yang tertib, transparan, dan aman. Masyarakat dapat menukar uang dalam bentuk paket senilai Rp5,3 juta, dengan komposisi pecahan Rp50.000 hingga Rp1.000. Pemesanan dibuka dalam dua tahap, yakni 13 Februari 2026 untuk penukaran Februari dan 26 Februari 2026 untuk penukaran Maret.

“Dari perspektif makro, kebijakan ini menjadi bagian dari orkestrasi besar menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Ketersediaan uang tunai yang memadai akan menopang konsumsi rumah tangga—kontributor utama PDRB—sementara akselerasi pembayaran digital membantu efisiensi dan keamanan transaksi,”jelasnya

Lebih jauh, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat memaknai Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan ekonomi. Melalui kampanye 5J—Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi—masyarakat diharapkan turut menjaga kualitas uang kartal.

Dengan sinergi kuat antara otoritas moneter, perbankan, dan masyarakat, Ramadan dan Idulfitri 2026 diharapkan tak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi, kelancaran sistem pembayaran, serta daya beli masyarakat Jawa Barat secara berkelanjutan.

Penulis: Rahmat Editor: Rahmat