balikbandung– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari ketujuh (H.7) operasi, Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi korban meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang menantang.
Berdasarkan data terbaru di lapangan, tim SAR gabungan menemukan 5 kantong jenazah (bodypack) sepanjang Jumat. Dengan penemuan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi kini mencapai 60 bodypack, sementara sekitar ±20 korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Lima bodypack yang ditemukan hari ini berasal dari beberapa titik kerja berbeda, yakni 2 bodypack di Worksite A1, 2 bodypack di Worksite A2, dan 1 bodypack di Worksite A3. Pola penemuan ini menjadi dasar penting bagi tim SAR dalam memetakan area pencarian lanjutan.
Sejak pagi hari, wilayah operasi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kabut tipis turut menyelimuti area longsoran, menyebabkan jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan, khususnya di sektor-sektor di bawah mahkota longsoran.
Menghadapi kondisi tersebut, tim SAR gabungan menerapkan strategi operasi selektif dan bertahap dengan pola on–off operation, menyesuaikan dinamika cuaca dan stabilitas medan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama.
Sebelum pengerahan personel ke titik-titik kerja, operasi diawali dengan asesmen menyeluruh menggunakan drone UAV dan unit K-9 guna memastikan keamanan area serta mendeteksi potensi keberadaan korban. Setelah apel pagi dan briefing pembagian tugas, sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan ke seluruh worksite aktif berdasarkan hasil pemetaan teknis.
Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi secara profesional dan terintegrasi. Berdasarkan pembaruan terakhir DVI per 29 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, sebanyak 44 korban telah teridentifikasi dari 45 bodypack yang sebelumnya diterima.
Pihak SAR menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini akan terus dilanjutkan dengan pendekatan adaptif dan berbasis data, memfokuskan pencarian pada area-area dengan potensi tinggi berdasarkan tren penemuan dan analisis teknis, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan personel.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat yang terus memberikan dukungan moril maupun logistik.
Tim SAR juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar proses pencarian korban yang masih hilang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan membuahkan hasil terbaik bagi seluruh keluarga korban.







