banner 1280x160
Persib  

Di Balik Gaji Besar, Marc Klok Ungkap Risiko Atlet Setelah Pensiun

Kapten tim Persib Bandung, Marc Klok. (Gani Kurniawan/BB)

BalikBandung – Bagi banyak pesepakbola, karier di lapangan sering kali menjadi fokus utama. Namun bagi Marc Klok, kehidupan setelah sepak bola justru sama pentingnya untuk dipersiapkan sejak dini.

Ia melihat bahwa profesi sebagai atlet tidak berlangsung selamanya. Ada batas waktu yang membuat setiap pemain harus mulai memikirkan langkah berikutnya, bahkan saat karier masih berada di puncak.

“Sangat penting (bisnis untuk pemain bola). Sebagai pemain sepakbola, kita adalah figur publik. Kita punya pengaruh dan penghasilan yang cukup besar. Tapi saat pensiun, hidup tetap berjalan,” ungkap Marc Klok.

BACA JUGA: Cerita di Balik Sepatu ‘Sisirangan’ Ramon Tanque

“Umur kita mungkin baru 34, 35, atau 40 tahun. Kita masih punya keluarga dan kehidupan di luar sepak bola. Semakin cepat kita mulai mencari peluang di luar sepak bola, semakin baik,” tutunya.

Marc Klok juga mengaku, membuka bisnis disaat aktif bermain bola mempunyai keuntungan tersendiri.

“Kita bisa menggunakan nama, jaringan, dan mindset untuk hal yang positif dan inspiratif. Kita hanya bermain bola mungkin 4 jam sehari. Masih ada banyak waktu untuk hal lain. Daripada hanya bermain gim, lebih baik membangun bisnis dan memberi inspirasi,” katanya.

Pandangan tersebut mendorong Klok untuk mulai membangun berbagai usaha di luar lapangan. Ia tidak hanya mengandalkan penghasilan sebagai pemain, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan lain yang lebih berkelanjutan.

“Saya sendiri punya beberapa usaha, seperti marketing agency, real estate, dan kedai kopi. Tujuannya adalah memiliki pendapatan pasif selain dari sepakbola.”

BACA JUGA: Northernwall Gelar Northern Fest 2026 Sebelum Laga Persib vs Bali United 

Di balik gaji besar yang diterima atlet saat masih aktif bermain, ada ancaman yang menghantui saat mereka pensiun tanpa persiapan apapun.

“Karena banyak atlet, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri, mengalami kebangkrutan setelah pensiun. Gaya hidup tetap sama, tapi pemasukan berhenti. Karena itu penting punya penghasilan pasif agar tetap bisa menjaga kehidupan dan keluarga setelah karier selesai,” pungkasnya.***