banner 1280x160

Hari ke-15 Operasi SAR Pasirlangu: 794 Personel Dikerahkan, 95 Bodypack Berhasil Ditemukan

balikbandung, — Meski masa tanggap darurat telah berakhir, negara belum beranjak dari Desa Pasirlangu. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pendampingan pencarian dan pemantauan pada fase transisi dan pemulihan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hingga pukul 16.00 WIB, operasi kemanusiaan ini tetap berjalan dengan pendekatan adaptif yang disesuaikan dengan kondisi lapangan yang dinamis. Hasilnya, pada pukul 11.15 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 1 bodypack di Worksite A3, menambah total temuan menjadi 95 bodypack yang seluruhnya telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Barat.

Memasuki hari ke-15 operasi, penyisiran difokuskan pada tiga titik prioritas, yakni Worksite A1, A2, dan A3. Sebanyak 794 personel SAR Gabungan dikerahkan dengan dukungan alat utama pencarian yang masif, mulai dari 11 unit excavator, 10 unit pompa air (alkon), 13 unit drone UAV, hingga 10 ekor anjing pelacak K-9 untuk menjangkau area-area dengan tingkat kesulitan tinggi.

Data terbaru dari Tim DVI Polda Jawa Barat mencatat, hingga saat ini telah berhasil dilakukan identifikasi terhadap 74 korban dari 77 bodypack yang diproses. Sementara itu, 18 bodypack lainnya masih menjalani tahapan identifikasi lanjutan sesuai prosedur forensik yang berlaku.

Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menegaskan bahwa berakhirnya status tanggap darurat tidak serta-merta menghentikan kehadiran negara dalam misi kemanusiaan ini.

“Walaupun status tanggap darurat telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi serta pemulihan, Basarnas bersama unsur SAR Gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan. Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama,” ujar SMC, Sabtu (7/2/2026)

SMC juga menegaskan bahwa ruang penanganan masih tetap dibuka apabila terdapat laporan, temuan, atau indikasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan operasional.

“Setiap langkah yang kami ambil didasarkan pada evaluasi lapangan, analisis risiko, serta pertimbangan kemanusiaan. Keselamatan personel tidak bisa ditawar, namun empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban dan keluarga tetap menjadi landasan utama,” tambahnya.

Berdasarkan evaluasi teknis, kondisi cuaca, dan aspek keselamatan, kegiatan pencarian dan pemantauan dihentikan sementara pada sore hari ini, dan akan kembali dilanjutkan sesuai dengan hasil evaluasi berikutnya.

Di akhir operasi hari ini, Basarnas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI/Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dalam operasi kemanusiaan di Pasirlangu.