BalikBandung – Kemenangan besar Persib Bandung atas Madura United tak hanya menghadirkan pesta gol, tetapi juga memperlihatkan satu filosofi yang tegas: sepak bola adalah tentang kebersamaan.
Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, menegaskan bahwa kekuatan timnya terletak pada kolektivitas. Ia menyebut tidak ada garis tegas antara menyerang dan bertahan.
“Tidak ada pemain bertahan dan pemain menyerang di sepak bola. Ketika menguasai bola, kami semua adalah penyerang, beberapa pemain bersiap membuat peluang, sebagian membangun serangan,” ujarnya.
BACA JUGA: Modal Sempurna Persib ke Surabaya
Persib berhasil menumpas Madura United dengan skor telak 5-0 di Stadion GBLA, Kamis 26 Februari 2026. Lima gol Persib dicetak brace Ramon Tanque, Andrew Jung, Uilliam Barros, dan Frans Putros.
Igor Tolic menambahkan, peran pemain dalam sepak bola berubah seiring situasi. Saat kehilangan bola, seluruh pemain harus kembali menjadi bagian dari pertahanan.
“Ketika tidak menguasai bola, semua pemain adalah bek. Tidak ada pemain di belakang, semua harus melakukan pressing, lalu ada yang bertugas memotong jalur operan dan ada pemain paling belakang termasuk kiper untuk menjaga peluang lawan,” jelasnya.
BACA JUGA: Persib Menang Besar, Staf Pelatih Soroti Harmoni Antar Lini
Filosofi itu terlihat jelas di lapangan. Barros beberapa kali melakukan aksi menarik di lini belakang, sekaligus mencetak gol ketiga Persib.
“Semua bertahan dan menyerang bersama, karena itu kunci untuk meraih kemenangan. Mereka bermain sebagai tim dan harapannya kami menjadi juara lagi,” tegas Igor.***








