banner 1280x160

Industri Bahan Alam Indonesia Bakal Tumbuh

BalikBandung,- Langkah besar sering kali tidak datang dengan gemuruh, melainkan melalui strategi yang matang dan kolaborasi yang tepat. Inilah yang tercermin dari langkah PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) saat menggandeng PT Krom Bank Indonesia Tbk dalam kesepakatan fasilitas kredit investasi dan modal kerja yang diteken di Bandung, Jumat (17/4/2026).

Alih-alih sekadar ekspansi bisnis biasa, kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa industri bahan alam Indonesia mulai bergerak lebih agresif untuk naik kelas—dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain strategis di rantai pasok global.

Sebagai bagian dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang tergabung dalam Bio Farma Group, SIL memanfaatkan momentum ini untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus mempercepat proyek-proyek investasi masa depan. Pendanaan yang diperoleh tidak hanya akan menopang operasional, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dan hilirisasi produk berbasis bahan alam.

Direktur Utama SIL, Wisnu Sucahyo, menyebut kolaborasi ini sebagai titik awal dari fase pertumbuhan baru yang lebih ambisius. Menurutnya, dukungan perbankan menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme ekspansi perusahaan yang kini menargetkan pasar global.

“Perjalanan besar dimulai hari ini. Ini bukan hanya tentang ekspansi, tetapi tentang bagaimana Indonesia bisa berdiri sebagai pemain utama dalam penyediaan bahan alam untuk kebutuhan kesehatan dunia,” ujarnya.

Perspektif yang lebih luas datang dari Komisaris Utama SIL, Grace Rosalyn Oktavianus, yang melihat kerja sama ini sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian industri kesehatan nasional.
Ia menekankan bahwa penguatan sektor bahan baku adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan impor.

Sementara itu, pihak perbankan melalui perwakilan manajemen Krom Bank menilai SIL sebagai mitra strategis dengan fundamental bisnis yang kuat.

Dukungan pembiayaan ini mencerminkan kepercayaan sektor keuangan terhadap potensi industri berbasis sumber daya alam Indonesia yang berkelanjutan.
Mengusung semangat “Maju Bersama, Tumbuh Bersama”, kesepakatan ini bukan hanya transaksi finansial, tetapi juga simbol sinergi antara industri dan perbankan dalam mendorong kedaulatan produk bahan alam Indonesia.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, langkah SIL ini bisa dibaca sebagai strategi senyap namun terarah—membangun fondasi industri kesehatan berbasis kekayaan alam lokal, sekaligus menempatkan Indonesia lebih percaya diri di peta industri farmasi dunia.