balikbandung,– Mobilitas warga Bandung Raya pada malam hari kini semakin terlayani. Mulai 1 Februari 2026, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung resmi memperpanjang lintas perjalanan Commuterline Baraya hingga Stasiun Cicalengka, sebuah langkah strategis yang menjawab kebutuhan penumpang yang beraktivitas hingga larut malam sekaligus memperkuat konektivitas kawasan timur Bandung.
Penyesuaian layanan ini diumumkan langsung oleh Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk memaksimalkan serta mengefisiensikan mobilitas pengguna Commuterline Bandung Raya, khususnya pada jam-jam malam.
“Per 1 Februari kemarin, kami melakukan penyesuaian terhadap Commuterline Baraya,” ujar Leza di Bandung, Senin (2/2/2026).
Salah satu perubahan utama adalah perpanjangan perjalanan kereta malam pukul 21.46 WIB. Jika sebelumnya perjalanan tersebut hanya melayani relasi Padalarang–Kiaracondong, kini rutenya diperpanjang hingga Stasiun Cicalengka.
“Perjalanan pukul 21.46 WIB yang sebelumnya dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Kiaracondong, kini diperpanjang sampai dengan Stasiun Cicalengka,” jelasnya.
Selain itu, KAI Commuter juga melakukan penyesuaian pada jadwal pukul 22.50 WIB. Perjalanan relasi Kiaracondong–Padalarang ditiadakan dan digantikan dengan perjalanan
Commuterline 357 yang melayani rute Cicalengka–Padalarang. Perpanjangan lintas ini berdampak pada penambahan waktu tempuh hingga sekitar 20 menit dibandingkan sebelumnya.
Meski terdapat penyesuaian rute hingga Cicalengka, secara keseluruhan jumlah perjalanan Commuterline Bandung Raya mengalami penyesuaian dari 38 perjalanan menjadi 37 perjalanan per hari. KAI Commuter memastikan perubahan ini tetap mengedepankan kenyamanan dan keteraturan layanan bagi pengguna.
Tak hanya dari sisi jadwal, peningkatan pelayanan juga dilakukan melalui pengoperasian fasilitas baru di Stasiun Gado Bangkong. Gedung baru yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung kini resmi digunakan untuk menunjang keselamatan penumpang.
“Selama ini penumpang masih crossing atau menyeberang lewat rel, saat ini sudah bangunan baru jadi vertikal,” kata Leza.
Fasilitas tersebut berupa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan akses menuju peron arah Padalarang maupun Cicalengka. Dengan kehadiran JPO, alur pergerakan penumpang di Stasiun Gado Bangkong berubah secara signifikan, lebih aman dan tertib karena tidak lagi mengharuskan penumpang menyeberang rel secara langsung.
Di sisi lain, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung menargetkan volume penumpang mencapai 17 juta orang sepanjang tahun ini. Saat ini, Commuterline Bandung Raya melayani rata-rata sekitar 43.000 penumpang per hari pada hari kerja, dan meningkat hingga 50.000 penumpang pada akhir pekan.
Lonjakan tertinggi tercatat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu dengan angka mencapai 83.000 penumpang per hari.
Menariknya, setelah penerapan penyesuaian layanan per 1 Februari 2026, volume penumpang tercatat melonjak hingga 138.000. Peningkatan ini diindikasikan sebagai respons positif masyarakat terhadap perpanjangan rute kereta malam hingga Stasiun Cicalengka.







