Jejak Habibie dan Ainun di Kota Bandung

  • Carita
  • Jumat, 13 September 2019

Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie ngantunkeun, Rabu (11/9). Bliyo teknokrat, negarawan, dan legenda yang dikenang oleh banyak orang. Pak Habibie ieu oge boga jejak yang tidak terlupakan di Kota Bandung.

Di antara semua tempat, yang akan selalu terkenang tentu adalah SMA Kristen Dago. SMA anu bertempat di Kecamatan Coblong ieu menjadi tempat anu bersejarah pisan. Karena ieu merupakan tempat di mana Pak Habibie bertemu dengan sang separuh jiwa, Ibu Hasri Ainu Besari. Sayangnya bagian dari gedung sakola ieu sudah banyak yang dirobohkan karena sengketa lahan.

Padahal, dari puing-puing eta bagunan cinta Pak Habibie sareng Ibu Ainun dimulai. Pak Habibie jeung Ibu Ainun adalah siswa cemerlang di kelasnya masing-masing. Sosok Gouw Keh Hong yang jadi guru di mata pelajaran Ilmu pasti nu memulai semuanya. Gouw Keh Hong, ngahereuyan Habibie dan Ainun untuk “dijodohkan”.

Jodoh mah eweuh nu apal nyak? Seperti yang Pak Habibie bilang sendiri. Kalau memang sudah berjodoh, mau jungkir balik pun pasti yang tetap dapat.

Narasi setelahnya yang umum hadir adalah, Pak Habibie kemudian kuliah ke Jerman. Tapi yang sering luput adalah soal keterkaitan Habibie dengan Institut Teknologi nu aya di Jalan Ganeca. Habibie sebenarnya sempat menempuh studi teknis mesin di sini selama satu semester, sebelum berangkat ke Jerman. Rekan cakeut Habibie, Lim Keng Kie anu ngadosenan di Institut eta oge lah orang pertama nu diajak diskas ku Habibie soal kapal terbang.

Selanjutnya tentu terkait mahakarya cipta beliau yaitu Kapal Terbang. Seperti sejarah sudah mencatat bagaimana pesawat N250 yang kemudian dinamai Gatotkaca itu lepas landas di Bandara Husein Sastranegara, dan melayang di langit Bandung yang penuh cinta, 10 Agustus 1995. Pun bapa abi inget pisan soalna momen ieu yang menjadi salah satu faktor yang membuat bliyo ngaharap budakna bakal aya nu janten ingsinyur jiga Pak Habibie.

Ada dua tempat lain anu ngagambarkeun betapa Pak Habibie ieu memang seseorang yang luar biasa, berasal dari keluarga yang juga luar biasa. Di daerah Isola aya Dapur Jompo anu didirikan Habibie untuk merawat sekaligus menyediakan makanan gratis bagi lansia dan orang tak mampu yang berada di sekitarnya.

Peninggalan lainnya adalah Rumah Sakit Ginjal, R.A. Habibie yang ada di Sekeloa. Rumah Sakit ieu didirikan karena cita-cita dari ibunda Pak Habibie. Anu edins pisan, rumah sakit ieu oge memberikan pelayanan kepada yang kurang mampu. Subhanallah pisan, Pak Habibie ieu, Al Fatihah.

Bandung akan selalu dikenang sebagai tempat di mana Pak Habibie bertemu dengan sang separuh jiwa, Hasri Ainun Besari. Bandung juga jadi tempat keduanya mengikat cinta tulus dan suci. Bandung juga menjadi tempat dimana pesawat Gatotkaca karya Pak Habibie lepas landas untuk pertama kalinya. Cinta, impian, dan ambisi Bacharuddin Jusuf Habibie semua ada di kota Bandung.

 

Leave a Reply

Aun Rahman
  Subscribe  
Notify of

Lagi Ngetrend

Lima tips jadi mahasiswa baru yang kerenable persi Balikbandung.id

Feggy Nurdiyansah

Dibaca 844 Kali

Sepakbola dalam Kedekatan Pembangunan Kota

Reva Bagja Andriana

Dibaca 207 Kali

Menjadi Fahmi, si Anak Jalanan Itu

Mutamarid Ghabi Budu

Dibaca 202 Kali

Kiat-kiat Jadi Pengendara yang Sopan Ketika Melewati Tol Cipularang

Feggy Nurdiyansah

Dibaca 195 Kali

Livi Zheng, Penulis Rilis yang Kebetulan Jadi Sutradara

Fikri Arigi

Dibaca 179 Kali

MUSIK: “Fundamental of Desire”, Parakuat (2019) | ALBUM ESSAY

Bobbie Rendra

Dibaca 166 Kali