BalikBandung – Kamboja telah menangkap 75 tersangka penipuan daring dalam operasi penindakan baru terhadap kejahatan siber.
Demikian disampaikan Komite Ad-Hoc untuk Pemberantasan Penipuan Daring pada hari Selasa, seperti dilaporkan Xinhua pada Minggu, 18 Januari 2026.
Menurut siaran pers dari komite tersebut, semua individu yang terlibat ditangkap dalam penggerebekan di sebuah hotel dan wisma di Phnom Penh pada hari Selasa.
Sebab, di dua lokasi itu, dicurigai terlibat dalam kegiatan penipuan daring dan tinggal di Kamboja secara ilegal.
BACA JUGA: Puluhan KK Terdampak Banjir di Desa Manyang Aceh Siap Tempati Hunian Sementara
Ia mengatakan pihak berwenang Kamboja akan mengambil tindakan hukum yang paling tegas terhadap semua dalang yang terlibat dalam kejahatan siber tanpa pengecualian.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan dalam pesan khusus pada hari Selasa bahwa memerangi penipuan siber adalah salah satu tugas utama pemerintah untuk memastikan kehidupan damai rakyat.
Ia mengatakan pemerintah menyadari bahaya kejahatan siber bagi masyarakat, dan telah mengambil beberapa langkah untuk memeranginya dan mencapai banyak hasil positif.
Hun Manet menyerukan kepada pihak berwenang di semua tingkatan dan masyarakat dari semua lapisan untuk bergandengan tangan untuk memberantas penipuan daring dan memulihkan citra Kamboja di kancah internasional.***


