Balikbandung.id – Penyelenggara kompetisi I.League menilai pemberian sanksi berupa denda finansial tidak lagi cukup untuk memberikan efek jera terhadap berbagai kasus kekerasan dalam sepak bola nasional. Operator kompetisi kini siap mendorong penguatan Kode Disiplin bersama PSSI, termasuk menerapkan ancaman pengurangan poin bagi klub yang melanggar regulasi secara serius.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan pentingnya memperkuat skema hukuman demi mencegah potensi konflik berulang yang merugikan ekosistem sepak bola.
“Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera.”
“Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ferry Paulus dalam rilisnya.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya insiden anarkistis belakangan ini, termasuk penyerangan terhadap rombongan Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Rest Area Batang KM 360 serta aksi kekerasan yang menimpa suporter Persija Jakarta.
Ferry menyayangkan rentetan aksi kekerasan tersebut karena dapat merusak kemajuan kompetisi yang sedang berada pada tren positif.
“Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir. Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur,” tutur Ferry.
BACA JUGA LUR: Umuh Muchtar Puji Semangat Persib usai Menang atas Cong Viettel
Di sisi lain, I.League memisahkan secara jelas antara mekanisme pelanggaran disiplin dalam koridor kompetisi dengan ranah pidana umum.
Pelanggaran di dalam stadion menjadi tanggung jawab organisasi kompetisi dan klub, sementara aksi kriminal seperti penyerangan dan penganiayaan di jalan raya merupakan wewenang penuh aparat kepolisian.
Langkah kolaborasi bersama PSSI dan kepolisian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pelaku sepak bola serta merawat sportivitas di tanah air.***







