banner 1280x160

Libatkan Kurzawa, Kolaborasi Strategi dengan Prancis Dorong Sepak Bola Putri Indonesia Naik Level

Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan strategis mereka di bidang olahraga melalui program Next Goal yang digelar di Lapangan Sidolig, Bandung, Sabtu 11 April 2026. (Hasan H/BB)

BalikBandung – Program Next Goal resmi menjadi langkah baru kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang olahraga. Inisiatif ini semakin menarik dengan kehadiran pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa, yang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan di Bandung, Indonesia, Sabtu 11 April 2026.

Berlatar semangat pasca Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 serta menatap Piala Dunia FIFA 2026, kedua negara sepakat memperkuat kemitraan strategis. Fokus utama program ini adalah pengembangan sepak bola perempuan di Indonesia secara berkelanjutan.

Program Next Goal merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Fédération Française de Football (FFF), dan PSSI. Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan generasi muda, kesetaraan gender, dan diplomasi olahraga jangka panjang.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk mendorong kemajuan sepak bola putri di Indonesia.

“Kami menyambut baik kolaborasi melalui program Next Goal ini sebagai langkah nyata percepatan perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia. PSSI percaya, kemajuan sepak bola tidak hanya diukur dari prestasi timnas, tetapi juga seberapa besar kita memberi kesempatan setara bagi generasi muda, termasuk perempuan, untuk berkembang dan berprestasi bersama,” kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam rilisnya.

“Kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia. Semoga akan lahir talenta-talenta baru yang mempercepat kemajuan sepak bola putri Indonesia yang berkelanjutan,” tambah Erick Thohir.

Sementara itu, Fabrice Filliez, Wakil Duta Besar Prancis. menyambut positif acara tersebut. Ia pun mengaku sangat senang berada di Bandung bersama PSSI.

“Saya sangat senang berada di sini dari Kedutaan Besar Prancis bersama PSSI, juga untuk membantu mempromosikan olahraga perempuan, sepak bola perempuan, dan sepak bola perempuan usia muda di Indonesia,” katanya.

“Kami yakin bahwa ini adalah cara yang baik untuk mempromosikan olahraga dan mewujudkan mimpi para perempuan muda dalam sepak bola. Tahun ini adalah tahun Piala Dunia dan saya cukup yakin Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia tahun ini. Lain kali mereka akan berhasil lolos, baik untuk tim putra maupun tim putri. Terima kasih banyak,” ungkapnya.

Layvin Kurzawa hadir di acara program Next Goal. (Hasan H/BB)

Kendala & Upaya Membangkitkan Sepak Bola Perempuan

Sepak bola memang menjadi olahraga paling populer, tetapi sepak bola perempuan masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan akses pelatihan, jalur karier, hingga minimnya representasi di posisi kepemimpinan menjadi perhatian utama dalam program ini.

Melalui Next Goal, berbagai upaya dilakukan untuk menutup kesenjangan tersebut. Penguatan aspek teknis, kepemimpinan, hingga tata kelola menjadi fokus utama agar perkembangan sepak bola putri berjalan lebih terarah.

“Kami ada tiga kegiatan yang dilakukan bersama-sama khususnya untuk pengembangan sepak bola wanita di Indonesia. Kami yang pertama mengadakan coaching clinic untuk 60 pelatih wanita dan 400 pemain sepak bola usia dini dari umur 8 tahun sampai umur 14 tahun. Masing-masing pelatih mendapatkan materi dari pelatih Timnas Prancis langsung, dalam hal ini Paul-Ludovic dan Jean-Claude yang menjadi pelatih Kylian Mbappé waktu Kylian masih di akademi. Dan ini memberikan kesempatan yang luar biasa besar untuk seluruh pelatih yang bergabung dan pemain yang juga bergabung,” ujar Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani.

“Yang kedua kami mengadakan workshop bersama di Jakarta tanggal 14 April tentang manajemen olahraga, dalam hal ini untuk event sepak bola terutama sepak bola putri. Yang ketiga, event bersama yaitu kita menerbangkan 30 delegasi Timnas Junior Indonesia yang akan berlatih bersama di Prancis di Clairefontaine. Itu adalah markas besar Timnas Prancis. Di sana anak-anak Timnas Indonesia U-17 berlatih dan dilatih oleh pelatih Timnas Prancis selama satu minggu,” imbuhnya.

Program ini juga melanjutkan keberhasilan inisiatif Bola d’Or Indonesia yang diluncurkan pada 2024. Program sebelumnya itu berfokus pada pencarian dan pengembangan talenta muda, sementara Next Goal memperluasnya ke pembangunan sistem yang lebih menyeluruh.

Secara program, Next Goal menyasar lebih dari 500 peserta secara langsung. Dampaknya juga diharapkan meluas melalui transfer pengetahuan dan penguatan kelembagaan di berbagai level.

Pengembangan pemain menjadi salah satu fokus utama. Sebanyak 400 pemain usia 7–12 tahun akan terlibat dalam Grassroots Festival di Indonesia, sementara 19 pemain Timnas U-17 Putri akan mengikuti training camp dengan pelatih dari Prancis.

Di sisi lain, peningkatan kualitas pelatih juga mendapat perhatian. Sebanyak 60 pelatih akan dilatih di Indonesia, dan lima pelatih terpilih akan mengikuti program imersif langsung di Prancis.

Program ini juga menyasar manajemen olahraga. Sebanyak 25 peserta perempuan akan mendapatkan pelatihan terkait kepemimpinan, administrasi, hingga tata kelola sepak bola, termasuk memahami struktur kompetisi dan pengembangan federasi.

Sebagai bagian dari implementasi, Klinik Pelatihan akan digelar pada 11–12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung. Kegiatan ini akan dipandu oleh instruktur dari Akademi Sepak Bola Prancis seperti Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta diikuti pemain Indonesia dan internasional, termasuk Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati, dan Layvin Kurzawa.

Rangkaian program juga berlanjut ke Prancis pada 3–9 Mei 2026. Peserta akan mendapatkan pengalaman langsung di pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine serta melakukan kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris.

Ke depan, program ini diharapkan berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman antara FFF dan Garuda Academy. Selain itu, peta jalan kerja sama olahraga antara Indonesia dan Prancis juga akan diperkuat.

Melalui Next Goal, kedua negara menargetkan fondasi sepak bola putri Indonesia semakin kuat. Harapannya, Indonesia bisa tampil lebih kompetitif di level regional hingga internasional dalam beberapa tahun ke depan.

“Terima kasih atas sambutannya. Saya sangat senang melihat para pemain perempuan muda bermain sepak bola dan menikmati permainan. Saya sudah berbicara dengan Duta Besar Prancis dan jika saya bisa membantu, saya siap membantu. Jadi terima kasih atas sambutannya, dan mari bermain,” ujar pemain Persib, Layvin Kurzawa.***