banner 1280x160

Listrik Diperkuat, Jampang Kulon Berpeluang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Penguatan infrastruktur kelistrikan dinilai dapat mendorong produktivitas sektor perikanan, UMKM, dan usaha lokal sekaligus membuka peluang investasi di Jampang Kulon, Sukabumi. (Ilustrasi AI)

BALIKBANDUNG.id – Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dinilai tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan energi, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan ketersediaan listrik yang andal dapat meningkatkan kesiapan Jampang Kulon dalam menarik investasi sekaligus mengembangkan berbagai sektor usaha.

“Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon bukan hanya persoalan teknis mengenai listrik, tetapi merupakan bagian dari pembangunan ekonomi wilayah,” kata Rizaldy.

Menurutnya, listrik kini menjadi bagian dari infrastruktur produksi. Berbagai sektor usaha membutuhkan energi yang stabil untuk meningkatkan kapasitas produksi, menggunakan teknologi, hingga menjalankan proses bisnis berbasis digital.

Potensi tersebut juga terlihat dari sektor kelautan dan perikanan di kawasan Selatan Sukabumi. Dengan dukungan energi yang memadai, hasil perikanan dapat dikembangkan melalui rantai usaha mulai dari penyediaan es, penyimpanan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi.

“Energi yang masuk ke desa seharusnya tidak berhenti menjadi konsumsi, tetapi harus dikonversi menjadi produktivitas,” ujarnya.

Rizaldy menilai kondisi tersebut dapat memperkuat hilirisasi ekonomi lokal. Masyarakat tidak hanya menjual hasil produksi dalam bentuk mentah, tetapi memiliki kesempatan mengolahnya sehingga menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Dukungan listrik juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengoperasikan mesin produksi, menggunakan perangkat digital, melakukan transaksi elektronik, serta memperluas pemasaran melalui kanal daring.

Infrastruktur dan Investasi

Dari sisi investasi, Rizaldy menyebut infrastruktur energi menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang dibutuhkan dunia usaha. Namun, investor juga mempertimbangkan faktor lain seperti transportasi, air, telekomunikasi, tenaga kerja, pasar, dan kepastian regulasi.

Karena itu, penguatan kelistrikan di Jampang Kulon perlu berjalan bersama perencanaan pengembangan kawasan secara terintegrasi.

Rizaldy juga mendorong PLN dan pemerintah daerah berkomunikasi dengan pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan energi berdasarkan potensi investasi yang berkembang.

Misalnya, jika sektor perikanan menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan, kebutuhan energi untuk cold storage, pabrik es, fasilitas pengolahan, hingga usaha pendukung dapat diproyeksikan sejak awal.

“Jadi infrastruktur tidak lagi dibangun setelah ekonomi tumbuh, tetapi justru menjadi instrumen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

Menurut Rizaldy, energi baru dan terbarukan (EBT) juga dapat dimasukkan dalam perencanaan energi jangka panjang dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kesiapan sistem.

Dengan dukungan energi yang andal, Jampang Kulon memiliki peluang untuk memperkuat usaha lokal sekaligus meningkatkan daya dukung kawasan terhadap investasi.

“Kalau energi tersedia secara andal, modal lebih berani masuk, usaha lebih berani tumbuh, dan masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menciptakan nilai ekonomi,” ujarnya.

Penguatan infrastruktur energi pada akhirnya diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan perikanan, pertanian, UMKM, pariwisata, dan sektor lainnya di Jampang Kulon sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian kawasan Selatan Sukabumi.*