BalikBandung – Pemain muda Persib Bandung, Kakang Rudianto menjadi sasaran ujaran rasis di media sosial usai laga kontra Persebaya, Senin 2 Maret 2026.
Komentar tidak pantas dari sejumlah akun muncul di kolom media sosialnya, termasuk simbol bergambar binatang yang bernuansa rasis.
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan perselisihan kecil yang terjadi di lapangan antara Kakang dan pemain Persebaya, Alfredo Mikael Tata.
BACA JUGA: Federico Barba: Tidak Asing, Tidak Ada Yang Berubah
Situasi memanas ketika Kakang hendak mengambil bola di sisi lapangan, sementara pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sempat mempertahankan bola tersebut.
Ketegangan itu kemudian melibatkan Kakang dan Mikael Tata. Namun, keduanya memastikan bahwa persoalan tersebut telah selesai begitu pertandingan berakhir.
“Rivalitas memang bagian dari sepak bola. Namun persaudaraan adalah fondasinya. Saya dan Tata menyadari bahwa kami adalah sesama pejuang yang sama-sama mencintai sepak bola, tidak ada kebencian di antara kami,” ujar Kakang dikutip dari Instagram APPI.
Hal serupa disampaikan Mikael Tata yang juga mendapat komentar rasis di media sosialnya. Ia menegaskan bahwa insiden di lapangan hanyalah bagian dari dinamika pertandingan.
“Saya dan Kakang memang sempat berselisih, tapi itu semua selesai di lapangan. Setelahnya kami adalah saudara yang sama-sama mencintai sepak bola,”kata Tata.
BACA JUGA: Sempat Bikin Cemas & Diangkut Ambulans, Persib Ungkap Kondisi Castel
Sementar itu, dukungan datang dari bobotoh dengan hastag #KamiBersamaKakang. Salah satu media komunitas bobotoh, Bandung Football menyuarakan hastag tersebut yang kemudian diikuti oleh bobotoh lainnya.
“Stop Racism Now. #KamiBersamaKakang,” tulis Bandung Football dalam postingannya di Instagram.***








