BalikBandung – Memasuki bulan Ramadan, Persib Bandung menggeser waktu latihan ke malam hari.
Keputusan yang diambil tersebut agar intensitas tetap terjaga tanpa mengganggu ibadah para pemain, terlebih kompetisi Super League juga akan digelar malam hari.
Pelatih Persib Bojan Hodak menegaskan perubahan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, ini sekadar penyesuaian ritme hidup selama Ramadan.
BACA JUGA: Tersingkir dari ACL Two, Persib Buka ‘Lembaran Baru’ di Meja AFC
“Ini normal, kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup. Jadi mereka bisa tidur lebih lama pada pagi hari dan mereka berlatih di malam hari,” katanya.
“Jadi mereka bisa beribadah dengan normal juga. Karena jika kami berlatih pada siang hari, intensitasnya tidak bisa penuh dan tentu saja di pertandingan itu tidak akan bagus,” ujar pelatih berdarah Kroasia tersebut.
Ia memastikan tidak ada perbedaan dalam program latihan. Intensitas tetap sama, hanya waktunya yang bergeser setelah pemain berbuka puasa.
“Tidak, semuanya sama, intensitasnya sama dan ini sudah kami lakukan dalam dua tahun terakhir,” terangnya.
BACA JUGA: Persib Terbesar, Bandung Kian Nyaman Bagi Dion Markx
Bojan Hodak sendiri sudah tidak asing dengan situasi ini. Ia sudah punya pengalaman melatih di saat Ramadan.
“Ini menjadi tahun ketiga dan saya selalu melakukan ini selama melatih klub di kawasan ini. Kami hanya memulai latihan pada malam hari, jadi pemain bisa makan (buka puasa) dulu dan berlatih dengan normal,” jelasnya.***








