BalikBandung – Kemenangan 5-0 atas Madura United bukan sekadar pesta gol bagi Persib Bandung. Laga di stadion GBLA, Kamis 26 Februari 2026 tersebut menjadi penegasan bahwa produktivitas lahir dari kerja kolektif, bukan hanya naluri penyerang.
Beberapa nama yang sebelumnya puasa gol, seperti Ramon Tanque dan Uilliam Barros, akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor. Namun bagi asisten pelatih Persib, kunci utamanya bukan hanya soal siapa yang mencetak gol, melainkan bagaimana proses gol tercipta.
“Saya rasa pemain depan memainkan pertandingan yang luar biasa, pemain tengah juga. Kami merasa senang karena pemain belakang hingga penjaga gawang juga ikut mempersiapkan alur penyerangan kami,” ujarnya usai pertandingan.
BACA JUGA: Deputy CEO Persib: Mencintai Klub Berarti Menjaga Rumahnya!
Menurutnya, Persib tidak bermain tergesa-gesa. Federico Barba dkk tampil dengan mengatur tempo permainan sepanjang laga.
“Kami kadang menurunkan temponya menjadi lebih lambat dan memberikan aliran operan ketika menyerang. Bola tiba dari lini belakang dan tengah ke ruang terbuka. Ketika pemain depan mendapat umpan yang berkualitas, mereka bisa membuat peluang yang bagus dan mencetak gol,” jelasnya.
Lima gol Persib di laga tersebut dicetak melalui brace Ramon Tanque menit 13 dan 34. Disusul gol Uilliam Barros menit 45+2, Andrew Jung menit 79 dan ditutup oleh gol Frans Putros menit 88.
BACA JUGA: Alasan & Penjelasan Bos Persib Soal Penutupan Tribun Selatan GBLA
“Persiapan, penciptaan peluang dan eksekusi akhirnya bisa menghasilkan gol dan kadang tidak bisa menjadi gol. Yang pasti anda harus bisa menciptakan banyak peluang,” katanya.
“Seperti saya katakan kemarin, saya ingin membawa Barros datang ke sini karena membahas soal itu. Bicara mengenai bagaimana mencetak gol dan bagaimana barisan depan bekerja. Ketika ada serangan balik, penyerang sayap berlari ke belakang dan itu yang dibutuhkan untuk memenangi liga,” tegasnya.***








