BalikBandung – Perjalanan itu berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Saat Persib tersingkir dari kompetisi Asia, satu nama ikut kehilangan panggungnya: Adam Przybek.
Kiper asal Wales itu memang hanya didaftarkan untuk ajang AFC Champions League Two dan tidak masuk dalam skuad kompetisi domestik. Artinya, ketika langkah Persib terhenti di Asia, kesempatan Przybek untuk tampil musim ini kandas.
“Ya ini sepak bola, saya frustrasi tapi sudah menjadi keputusan dari pelatih untuk mencabut saya dari tim skuad dan saya harus mengikuti itu,” ujar Adam Przybek.
BACA JUGA: Tersingkir di Asia, Persib Bidik Hattrick
Nada suaranya tenang, meski menyiratkan kekecewaan yang sulit disembunyikan. Bagi seorang penjaga gawang, menunggu adalah bagian dari takdir. Namun ketika kesempatan itu benar-benar hilang, rasanya tetap saja getir.
Di tengah situasi tersebut, Przybek juga harus menghadapi kabar duka. Ia mendapat kabar tentang neneknya yang meninggal dunia.
“Saya akan pulang ke rumah (Wales) besok (kemarin) karena nenek saya meninggal dunia. Jadi saya harus datang ke pemakamannya,” katanya.
Meski demikian, Adam Przybek mengaku menikmati kehidupan di luar lapangan bersama Persib. Namun di dalam lapangan, cerita berjalan berbeda.
“Ya berjalan cukup bagus di luar lapangan, kalau di luar lapangan saya menikmatinya. Tapi di dalam lapangan, saya rasa tidak,” ucapnya, jujur.
Meski peluang bermain telah tertutup, Przybek memastikan komitmennya belum selesai. Ia berjanji akan kembali ke Bandung setelah urusan keluarga rampung.
“Setelah dari pemakaman nenek saya? iya tentu saja saya akan menyelesaikan musim ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Ungkapan Kekesalan Manajer Persib Usai Laga Kontra Ratchaburi
Tentang dua kiper Persib lainnya, Teja Paku Alam dan I Made Wirawan, ia hanya menyampaikan doa.
“Saya hanya mendoakan yang terbaik bagi mereka di sisa musim ini,” pungkasnya.








