banner 1280x160

Purwakarta Siapkan Data Center AI di Jatiluhur, Penggunaan Air Jadi Perhatian

Pemkab Purwakarta membahas rencana pembangunan Data Center AI di kawasan Jatiluhur. Penggunaan air menjadi salah satu perhatian, dengan opsi sistem pendingin tertutup yang disebut dapat menghemat kebutuhan air hingga 80 persen. (Foto Humas Jabar)

BALIKBANDUNG.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta tengah membahas rencana pembangunan dan pengoperasian data center kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur.

Pembahasan dilakukan bersama sejumlah elemen, termasuk akademisi Universitas Indonesia dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Aula Janaka Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Senin (5/10/2026).

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, sejumlah aspek masih dikaji, mulai dari dokumen AMDAL, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga kebutuhan air untuk sistem pendingin data center.

Menurut Zein, pasokan air untuk masyarakat dan sektor pertanian dipastikan tidak terganggu. Saat ini, izin pengambilan air Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu (GTR) mencapai 120 liter per detik, namun baru sekitar 70 liter per detik yang dimanfaatkan.

Jika data center membutuhkan pasokan 27 liter per detik, masih terdapat cadangan sekitar 23 liter per detik.

“Artinya tidak akan mengganggu terhadap pasokan kepada masyarakat dan pertanian,” kata Zein.

Meski begitu, Zein menegaskan perhitungan tersebut masih perlu diuji. Pemkab Purwakarta bersama berbagai pihak akan membahas rencana tersebut selama 10 hari ke depan.

Sementara itu, Periset AI BRIN Dini Fronitasari menilai Indonesia membutuhkan infrastruktur komputasi AI. Namun, penggunaan air dan listrik harus diperhitungkan agar tidak mengganggu sektor lain.

Dini mengusulkan penggunaan sistem pendingin tertutup yang dinilai dapat menghemat kebutuhan air hingga 80 persen.

“ Sistem pendingin tertutup memangkas kebutuhan air hingga 80 persen,” ujarnya.*