banner 1280x160
Persib  

Sikap Tegas Persib Usai Kakang Jadi Korban Ujaran Rasis

Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan. (Hasan H/BB)

BalikBandung – Persib Bandung menegaskan sikap tegas terhadap praktik rasisme setelah Kakang Rudianto menjadi sasaran komentar bernuansa rasis di media sosial.

Insiden tersebut muncul setelah pertandingan antara Persib dan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 2 Maret 2026.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, klub menegaskan bahwa sepak bola tidak boleh menjadi ruang bagi diskriminasi.

“Sepak bola selalu menjadi ruang yang mempertemukan banyak perbedaan. Di dalamnya ada keberagaman latar belakang, budaya, bahasa, dan identitas yang justru membuat olahraga ini hidup dan dicintai oleh jutaan orang. Karena itu, tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik rasisme di dalam sepak bola,” demikian pernyataan Persib.

BACA JUGA: Pemain Persib Kakang Rudianto Jadi Korban Ujaran Rasis

Klub juga menaruh perhatian serius terhadap serangan yang menyasar kedua pemain muda tersebut melalui media sosial. Menurut Persib, kritik terhadap performa di lapangan adalah hal yang wajar dalam olahraga, tetapi serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang telah melampaui batas.

“Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian,” tulis pernyataan tersebut.

Persib juga menyatakan dukungan moral kepada Kakang , juga satu korban lainnya yakni pemain Persebaya, Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut dinilai sebagai bagian dari generasi muda sepak bola Indonesia yang tengah berkembang dan layak mendapatkan lingkungan yang sehat serta penuh respek.

“Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata,” lanjut pernyataan itu.

Klub asal Bandung tersebut juga mengajak para suporter untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum. Persib percaya mayoritas pendukung, baik Bobotoh maupun Bonek, memiliki semangat yang sama dalam mencintai sepak bola secara bermartabat.

BACA JUGA: Alasan Persib Dorong Penggunaan Wasit Asing di Laga Krusial

Persib pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya menolak segala bentuk diskriminasi di sepak bola Indonesia. Klub berharap peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perkembangan sepak bola hanya dapat terwujud jika dibangun di atas rasa saling menghormati.

“Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepak bola yang sehat adalah sepak bola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu,” tutup pernyataan tersebut.***