banner 1280x160
Persib  

Tanggapi Produktivitas Mariano Peralta, Begini Penjelasan Igor Tolic

Aksi pemain Persib, Mariano Peralta melewati hadangan pemain Port FC. (Persib.co.id)

Balikbandung.id – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan jawaban lugas terkait performa penyerang Mariano Peralta yang baru saja mengemas gol pertamanya di pentas Super League 2026/27. Gol pembuka kemenangan 1-2 atas Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Ahad 25 Oktober 2026 tersebut mengakhiri penantian panjang pemain asal Argentina itu di kompetisi domestik.

Peralta sebenarnya tampil lebih produktif di ajang antarklub internasional. Pemain bernomor punggung 10 itu tercatat mengoleksi tiga gol untuk Pangeran Biru di luar liga, masing-masing satu gol saat mengalahkan Manila Digger di playoff ACL Two dan The Cong-Viettel di AFC Champions League (ACL) Two. Satu gol lainnya dicetak ke gawang Port FC di ASEAN Club Championship (ACC).

Tolic menegaskan bahwa cara bermain dan kualitas yang dipunyai Peralta tidak pernah berubah di setiap pertandingan.

BACA JUGA LUR: Bobotoh Berduka, Media Sosial Dipenuhi Ucapan Duka Mendalam

“Saya rasa tidak ada beda (cara bermainnya), Peralta adalah pemain yang memiliki kualitas ekstra sebagai pemain. Tapi ada perbedaan ketika bermain di ACL dan liga karena ada lebih banyak ruang,” ujar Igor Tolic.

Juru taktik asal Kroasia itu menjelaskan bahwa mayoritas klub papan atas di Liga Super menerapkan taktik high pressing hingga pertahanan berlapis (low block) saat menghadapi Maung Bandung.

Skema rapat tersebut memaksa Peralta dan lini serang Persib bekerja ekstra keras dalam ruang gerak yang sangat terbatas.

“Tim yang tampil melawan kami di Liga, selain mereka bermain dengan pressing tinggi, mereka akan bermain low block. Jadi saat bermain melawan tim dengan taktik low block, maka pemain dituntut melakukan usaha tambahan dalam ruang yang kecil,” kata Tolic menjelaskan.

Situasi kian menantang lantaran barisan pemain Pangeran Biru diterpa kelelahan fisik dan mental imbas jadwal pertandingan beruntun yang amat padat.

BACA JUGA LUR: Respons Ketua VPC Pasca Insiden Bobotoh Meninggal di Bogor

“Dan jika dalam kondisi kelelahan dari fisik dan mental, maka pemain kehilangan sepesekian detik untuk melakukan hal yang ingin dilakukan. Bukan berarti pemain yang buruk, tapi itu ada kondisi bahwa ketika lawan lebih segar maka tidak ada waktu,” tutur Tolic.

Kejelian memanfaatkan momentum pada akhir laga akhirnya terbukti saat fisik pertahanan lawan mulai kendur, sehingga Peralta berhasil mengonversi ruang terbuka menjadi gol.

“Bisa dilihat di akhir pertandingan, saat lawan mulai kelelahan, ada ruang yang lebih banyak dan itu menjadi lebih mudah bagi kami,” pungkas Tolic.***