banner 1280x160

Coaching Clinic Batch 16 SBM ITB Kembali Berdayakan UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi

Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto bersama Director of The Greater Hub SBM ITB Dina Dellyana berbincang dengan peserta di sela-sela pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

BALIKBANDUNG.id – Sekitar 150 pelaku usaha mengikuti Coaching Clinic UMKM 2026 Batch 16 yang digelar School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama YGKT48 dan Akseleraksi.

Program ini digelar di Amphitheater SBM MBA dan menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam menjalankan bisnis.

Bukan sekadar memberikan materi, peserta diajak membahas langsung persoalan yang sedang mereka hadapi, menentukan tujuan yang ingin dicapai, kemudian menyusun langkah yang bisa dilakukan.

Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto memberikan sambutan pada pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto mengatakan, pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan Coaching Clinic dengan pembelajaran bisnis pada umumnya.

“Coaching Clinic ini bukan hanya memberikan pengetahuan atau teori kepada pelaku UMKM, tetapi bagaimana mereka bisa mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, menentukan tujuan, kemudian menerjemahkannya menjadi tindakan yang nyata,” ujar Wawan.

Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pendampingan bisnis selama 3 hingga 6 bulan. Mereka diarahkan untuk melihat persoalan secara lebih spesifik sekaligus menentukan target yang ingin diupayakan.

Program Coaching Clinic UMKM sendiri telah berjalan selama delapan tahun berturut-turut. Inisiatif ini hadir di tengah besarnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Statista 2025 yang dikutip dalam program, UMKM berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Di sisi lain, pelaku usaha masih harus berhadapan dengan berbagai perubahan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis.

Karena itu, pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti one-on-one coaching bersama mentor serta membangun jejaring melalui peer networking.

Director of The Greater Hub SBM ITB Dina Dellyana menyampaikan paparan kepada peserta saat pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

Director of The Greater Hub SBM ITB Dina Dellyana menjelaskan, peserta didorong untuk tidak sekadar menunggu solusi dari mentor. Mereka justru diajak memahami persoalan bisnisnya sendiri dan menentukan langkah yang ingin diambil.

“Dalam coaching, peserta tidak hanya datang untuk menerima solusi dari mentor. Mereka diajak untuk melihat sendiri apa persoalannya, apa tujuan yang ingin dicapai, pilihan apa yang tersedia, dan tindakan apa yang benar-benar akan mereka lakukan,” kata Dina.

Pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

Selain berdiskusi dengan mentor, peserta juga dapat bertukar pengalaman dengan pelaku usaha lain yang bergerak di industri serupa.

Pendampingan dilakukan secara luring dan daring. Sesi tatap muka berlangsung Senin hingga Rabu, sedangkan sesi daring digelar Kamis hingga Jumat.

Setiap peserta juga diwajibkan mengikuti sesi coaching mingguan dengan durasi minimal 30 menit.

Selama lima pekan, peserta diarahkan memilih satu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk membahas persoalan bisnis, mencari alternatif penyelesaian, hingga menentukan tindakan yang dapat dilakukan.

Kenalkan Metode GROW

Dalam Coaching Clinic UMKM 2026 Batch 16, peserta juga diperkenalkan dengan metode GROW.

GROW merupakan singkatan dari Goal, Reality, Options, dan Will. Kerangka ini digunakan untuk membantu peserta menyusun persoalan bisnis secara lebih terarah.

Tahap Goal digunakan untuk menentukan tujuan. Selanjutnya, peserta melihat kondisi nyata yang sedang dihadapi melalui tahap Reality.

Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto bersama Director of The Greater Hub SBM ITB Dina Dellyana berbincang dengan peserta di sela-sela pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

Setelah itu, peserta mengeksplorasi berbagai pilihan melalui tahap Options, sebelum menentukan tindakan yang benar-benar siap dilakukan pada tahap Will.

Menurut Dina, metode tersebut membantu peserta mengubah persoalan yang masih luas menjadi tujuan dan langkah yang lebih konkret.

“GROW membantu peserta membuat proses berpikir menjadi lebih terstruktur. Mereka mulai dari apa yang ingin dicapai, melihat kondisi sebenarnya, mengeksplorasi pilihan, lalu menentukan apa yang akan dilakukan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut sekaligus membuat peserta menjadi bagian aktif dalam proses coaching. Arahan mentor tidak berhenti sebagai saran, tetapi diharapkan dapat diterapkan langsung dalam kegiatan usaha.

Wawan menilai, penerapan hasil coaching menjadi bagian penting dari proses pendampingan. Sebab, masukan yang diterima peserta perlu diterjemahkan menjadi tindakan agar dapat memberikan perkembangan bagi bisnis.

“Pada akhirnya, nilai dari sebuah saran bukan hanya pada seberapa baik saran tersebut diberikan, tetapi bagaimana saran itu diterjemahkan menjadi tindakan dan menghasilkan perkembangan dalam bisnis,” tuturnya.

Bagi pelaku UMKM yang menghadapi kenaikan biaya, perubahan perilaku konsumen, kondisi ekonomi yang dinamis hingga tekanan terhadap margin, proses lima pekan tersebut menjadi ruang untuk mengurai persoalan dan mencoba berbagai alternatif solusi.

Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto dan Director of The Greater Hub SBM ITB Dina Dellyana foto bersama peserta dan mentor pada pembukaan program Coaching Clinic UMKM Jabar 2026 di Amphitheatre 2 Kampus MBA SBM ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). BB/Gani Kurniawan

Melalui pendampingan mentor dan dukungan sesama peserta, Coaching Clinic UMKM diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha memahami masalah yang dihadapi, tetapi juga mendorong mereka menentukan langkah konkret dan melihat perkembangan yang dapat diukur.

Sebab, dalam menjalankan bisnis, sebuah saran tidak berhenti pada apa yang disampaikan. Nilainya justru terlihat ketika saran tersebut mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata.*