banner 1280x160

Ini Alasan Utama Persib Pindahkan Laga Kontra Manila Digger ke SJH

Persib Bandung vs Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).
Pemain Persib Bandung, Thom Haye menendang bola ke arah gawang Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).

Balikbandung.id – Manajemen Persib Bandung resmi memindahkan venue pertandingan babak preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 kontra wakil Filipina, Manila Digger FC, ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung. Langkah ini diambil karena rumput lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih membutuhkan waktu pemulihan dan perawatan optimal.

Kondisi lapangan yang belum siap membuat pihak klub enggan memaksakan pemakaian GBLA pada laga Senin, 31 Agustus 2026 mendatang. Manajemen memprioritaskan pembenahan fasilitas rumput agar markas utama Maung Bandung tersebut berada dalam kondisi terbaik saat menjamu PSM Makassar pada laga pembuka Super League, 6 September nanti.

“Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi terkini lapangan GBLA yang masih dalam proses pemeliharaan dan pemulihan, Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menilai Stadion SJH merupakan pilihan yang paling tepat untuk pertandingan menghadapi Manila Digger,” tulis rilis resmi klub.

BACA JUGA LUR: Ungkapan Kekecewaan Pelatih Persib Soal Kondisi GBLA

Manajemen menegaskan bahwa keputusan memindahkan arena laga merupakan komitmen jangka panjang demi menjaga kenyamanan skuad dan Bobotoh di empat kompetisi musim ini. Mereka ingin memastikan GBLA benar-benar siap menggelar agenda pertandingan berintensitas tinggi tanpa merusak kualitas permukaan lapangan.

“Bagi kami, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027. Kami ingin GBLA dapat menjadi rumah Persib yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi,” tambah pihak manajemen.

Selain perubahan lokasi laga, duel krusial melawan Manila Digger juga akan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Kebijakan ini menyusul sanksi disipliner dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) imbas insiden pada laga musim lalu kontra Ratchaburi FC.

“Pertandingan tanpa penonton tentu bukan kondisi yang kami harapkan, karena dukungan langsung Bobotoh selalu memberikan energi yang luar biasa bagi tim. Namun, kami akan menjalankan ketentuan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan,” tutup rilis tersebut.***