banner 1280x160

Cirebon Punya 5.353 UMKM, Grab-OVO Dorong Ekosistem Digital di Kawasan Rebana

Sesi diskusi bersama Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri (kiri), Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman (tengah), dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya (kanan) pada acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (1/10/2026). (Dok. GRAB)

BALIKBANDUNG.id – Kota Cirebon memiliki potensi besar untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah.

Potensi tersebut semakin strategis karena Cirebon berada di jalur Pantura Jawa dan menjadi bagian dari kawasan Metropolitan Rebana.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Dr. Iing Daiman mengatakan, pengembangan ekonomi Cirebon perlu melihat keterhubungan dengan daerah-daerah di sekitarnya, termasuk Indramayu, Kuningan dan Majalengka.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka,” ujarnya.

Menurut Iing, konektivitas kawasan tersebut dapat membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Hal itu sejalan dengan hadirnya program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital dari Grab-OVO di Cirebon sebagai kota ke-18.

Program yang berkolaborasi dengan Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Cirebon tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memperluas akses ekonomi.

Sektor perdagangan dan jasa sendiri tercatat memberikan kontribusi sebesar 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Iing berharap kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dapat membantu memperluas jangkauan pelaku usaha sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan.

Sementara itu, Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, program Kota Masa Depan #BeraniDigital sebelumnya telah menjangkau berbagai kota di Indonesia.

Hingga kini, program tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di berbagai kota kecil dan membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi melalui inisiatif GrabMart Pasar.

Dari sisi pembiayaan, sejak 2021 lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi disebut telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial.

“Melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital, kami ingin menghadirkan akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan pembiayaan secara lebih terintegrasi,” kata Richard.

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan digitalisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di masing-masing daerah.

Dengan masuknya program #BeraniDigital ke Cirebon, Grab-OVO berharap semakin banyak pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar sekaligus tumbuh bersama perkembangan ekonomi kawasan.*