BALIKBANDUNG.id – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) kembali menuai apresiasi nasional. SIG sukses menyabet penghargaan kategori Best Responsibility of the Board dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Penghargaan bergengsi bertema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence tersebut diserahkan langsung oleh Trustee Board IICD, Andi Ilham Said, kepada GM of Corporate Legal and Compliance SIG, Achmad Choiri. SIG dinilai konsisten menjalankan prinsip GCG di setiap tahapan operasionalnya sebagai fondasi utama menuju kinerja yang berkelanjutan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa praktik GCG telah menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh aktivitas bisnis perusahaan. Penerapannya mengacu secara ketat pada lima prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, serta kewajaran.
“Penghargaan dari IICD menunjukkan bahwa praktik GCG yang dijalankan oleh SIG semakin prima sebagai landasan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan. Dengan menjalankan praktik GCG, SIG turut berkontribusi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia,” ujar Vita Mahreyni.
Lebih dari sekadar memenuhi regulasi, penerapan GCG di tubuh SIG difokuskan untuk mendorong pertumbuhan usaha yang optimal. Untuk memastikan hal tersebut, SIG telah membentuk Komite Keberlanjutan yang bertugas memantau agenda strategis serta mengawal ketercapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.
Kualitas tata kelola SIG pun terbukti lewat evaluasi berkala yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada 2025 lalu, SIG berhasil mengantongi skor GCG sangat memuaskan sebesar 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance.
Penerapan GCG yang solid ini terbukti tangguh menjaga keandalan bisnis SIG di tengah tantangan industri. Terbukti, pada semester I tahun 2026, SIG mencatatkan kenaikan volume penjualan 5,6% (yoy) menjadi 18,28 juta ton, dengan lonjakan pendapatan 13,1% (yoy) mencapai Rp17,65 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat hingga 471,0% (yoy) menjadi Rp228 miliar.
“Seluruh pencapaian ini, termasuk penghargaan Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola yang baru saja kami raih, merefleksikan komitmen kuat SIG dalam mengimplementasikan praktik GCG untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Vita.*




