banner 1280x160

Pemkot Bandung dan Kemenkes Kolaborasi Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Central Medical Unit
(FOTO: Diskominfo Kota Bandung)

BalikBandung.id – Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana membangun fasilitas kesehatan Central Medical Unit (CMU) di kawasan Ujungberung, Kota Bandung.

Fasilitas baru ini ditargetkan terealisasi pada 2028 untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan dan penanganan pasien kritis.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembangunan CMU menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Fasilitas tersebut direncanakan berada di lahan yang masih menjadi bagian dari pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung.

Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menjajaki ketersediaan lahan yang sesuai untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.

BACA JUGA: Bobotoh Berduka, Media Sosial Dipenuhi Ucapan Duka Mendalam

“Bangunannya baru. Jadi lahannya baru, tetapi masih masuk dalam RSUD. Ini di luar anggaran yang sudah kita tetapkan sekarang sebagaimana ditetapkan dalam Perda untuk multiyears. Ini dari Kementerian Kesehatan langsung, untuk masyarakat Kota Bandung,” ujar Farhan.

Pembangunan CMU direncanakan menggunakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Sedangkan Pemerintah Kota Bandung akan menyiapkan lahan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani pasien dengan kondisi kritis.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya menjelaskan, CMU akan dilengkapi berbagai fasilitas medis, antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), layanan hemodialisis, ruang operasi, serta kamar bersalin.

Menurutnya, CMU akan lebih berfokus pada ruang tindakan dan pelayanan kegawatdaruratan.

Dengan fasilitas tersebut, kemampuan Kota Bandung dalam menangani pasien kritis diharapkan meningkat sehingga kebutuhan rujukan ke rumah sakit lain dapat dikurangi.

BACA JUGA: Bobotoh Berduka, Media Sosial Dipenuhi Ucapan Duka Mendalam

Secara keseluruhan, fasilitas tersebut diperkirakan mampu menangani sekitar 100 pasien dalam kondisi kritis apabila seluruh unit layanan beroperasi pada kapasitas penuh.

Pengembangan RS Mata Cicendo

Selain rencana pembangunan CMU di Ujungberung, Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kesehatan juga akan menjajaki penguatan kerja sama pengembangan Rumah Sakit Mata Cicendo.

Rumah sakit tersebut selama ini memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan mata sekaligus pusat pendidikan.

Rencana pengembangan Rumah Sakit Mata Cicendo mencakup penambahan fasilitas melalui skema kerja sama lahan dengan Pemerintah Kota Bandung, dengan pembiayaan yang diusulkan sepenuhnya berasal dari Kementerian Kesehatan.***