BalikBandung – Flower City Fest 2026 membawa semangat mempertemukan berbagai generasi dan genre musik dalam satu ruang, event ini akan digelar di Lapangan PPI Pusenif, Kota Bandung, Minggu (9/8/2026).
Supervisi Flower City Fest, Coach Eza, mengatakan pada tahun ini Flower City Fest tak sekadar menyuguhkan penampilan band, namun memberikan perhatian terhadap pengalaman, fasilitas, dan kenyamanan penonton selama berada di area festival.
Keberlangsungan festival yang digagas oleh Bandung Belong To Us ini tidak terlepas dari dukungan serta antusiasme para penonton atau barudak.
Menurutnya, event yang memasuki tahun keempat ini lahir dari keinginan menghadirkan warna berbeda di tengah banyaknya festival musik di Kota Bandung.
Eza mengaku pernah berada di posisi sebagai penonton dan penikmat musik, termasuk menikmati karya sejumlah band.
“Adanya Flower City Fest ya terus tumbuh dan berkembang bersama teman-teman semua yang ada di sini,” kata Eza.
Eza menuturkan, pihaknya juga berusaha melibatkan penonton dalam menentukan line up. Masukan terkait musisi yang ingin ditampilkan dikumpulkan di antaranya melalui media sosial.
Beberapa band yang bakal tampil dalam Flower City Fest kali ini di antaranya, Burgerkill, Vierratale, Teenage Death Star, Rocket Rockers, Seringai, hingga Yayan Jatnika ft Bungsu Bandung ft Abiel Jatnika.
“Tidak lupa juga kita selalu support juga beberapa band baru yang baru bermunculan, generasi baru, yang perlu diapresiasi juga oleh teman-teman di Bandung, entah itu sebagai promotor, musisi, dan juga audiens,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap, anak muda Bandung tidak hanya berhenti sebagai penikmat musik. Ia ingin semakin banyak generasi muda yang berani berkarya seperti membentuk band.
“Ketika kalian punya karya atau punya band, pede heula weh nya ayeuna mah. Sok, di Bandung mah ulah nepi ka pareum obor,” ujarnya.
Keberagaman menjadi salah satu identitas yang ingin terus dibangun Flower City Fest. Menurutnya festival tersebut berusaha menghapus sekat antara genre maupun komunitas musik.
Bandung sendiri memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan festival musik. Flower City Fest ingin menghadirkan warna baru dengan mempertemukan berbagai genre dalam satu festival.
“Adanya Flower City Fest tidak membuat gap itu ada. Jadi semua teman-teman bisa menikmati dari kakak-kakak kita yang sudah berperan menjadi musisi di Bandung duluan, bahkan generasi sekarang juga tetap diapresiasi,” katanya.
Fasilitas dan Kenyamanan Jadi Perhatian

Pada kesempatan ini, Fahmi yang juga Supervisi Flower City Fest mengatakan event ini mengalami perkembangan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Tahun ini, Flower City Fest ingin lebih banyak memberikan perhatian terhadap fasilitas dan kenyamanan penonton.
“Intinya mah si Flower City Fest ini teh udah berkembang semakin dewasa lah mungkin sederhananya teh,” ujar Fahmi.
“Jadi kita emang secara tim juga benar-benar tahun sekarang teh benar-benar fokusnya ke fasilitas juga gitu, ke fasilitas penonton, ke kenyamanan penonton, dan lain-lain,” katanya.
Dari sisi venue, area Flower City Fest tahun ini dibuat lebih luas. Kapasitas penonton juga diproyeksikan meningkat dengan berbagai aktivitas yang tersebar di sejumlah area.
Sementara itu, personel Burgerkill, Ramdan, menyambut positif kesempatan kembali tampil di Flower City Fest. Penampilan tahun ini menjadi kali ketiga Burgerkill hadir dalam festival tersebut.
Menurutnya, perkembangan Flower City Fest terlihat dari setiap penyelenggaraan, terutama dari sisi fasilitas dan kenyamanan penonton.
“Kalau digrafikkan mah semakin naik lah gitu,” kata Ramdan.
Untuk penampilan tahun ini, Burgerkill telah menyiapkan sejumlah hal berbeda, termasuk dari sisi setlist yang akan dibawakan.
Penampilan kali ini juga menjadi momen spesial karena Vicky Mono kembali tampil bersama Burgerkill. Flower City Fest 2026 menjadi penampilan perdana Viki bersama Burgerkill di festival tersebut.
“Vicky akan manggung lagi sama Burgerkill dan ini yang pertama kalinya Vicky di Flower City Fest. Setlist udah pasti kita lagi nyusun setlist yang berbeda untuk Flower City Fest,” ujar Ramdan. ***







