banner 1280x160

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Gyeongsangbuk-do Korea Selatan, Bidik Peluang Investasi hingga Pariwisata

Pemprov Jawa Barat mendorong perluasan kerja sama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, ke sektor ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan pengembangan SDM. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang investasi serta memperkuat hubungan kedua wilayah. (Foto Humas Jabar)

BALIKBANDUNG.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berupaya memperluas hubungan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan. Kolaborasi yang selama ini lebih banyak terjalin di bidang olahraga kini diarahkan untuk mencakup sektor ekonomi, perdagangan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pariwisata.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dengan Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/11/2026).

Erwan mengatakan, kunjungan delegasi Gyeongsangbuk-do menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan diplomasi sekaligus meningkatkan kerja sama antardaerah.

“Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do. Kami berharap melalui pertemuan ini dapat mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah,” ujar Erwan.

Menurutnya, hubungan baik yang telah dibangun perlu ditingkatkan melalui berbagai peluang kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada hubungan persahabatan, tetapi berkembang menjadi kemitraan produktif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.

“Kami berharap hubungan ini tidak hanya menjadi hubungan persahabatan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang produktif di berbagai sektor. Dengan begitu, masyarakat Jawa Barat dapat merasakan manfaat dari hubungan baik yang telah dibangun bersama Gyeongsangbuk-do,” tuturnya.

Sementara itu, Hwang Myeongseok menyambut positif rencana perluasan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, hubungan antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do telah terjalin sejak 2010 melalui kolaborasi organisasi olahraga di kedua wilayah.

Meski selama ini pertukaran informasi lebih banyak berfokus pada bidang olahraga, Hwang menilai sudah saatnya kedua daerah memperluas kemitraan, terutama di sektor ekonomi dan kebudayaan.

“Selama ini pertukaran informasi mungkin lebih banyak mengutamakan bidang olahraga. Namun, mulai sekarang kerja sama juga bisa lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan kebudayaan,” kata Hwang.

Ia juga menyebutkan, hubungan kedua daerah telah berkembang melalui kunjungan sejumlah aparatur pemerintah Jawa Barat ke Gyeongsangbuk-do. Selain itu, generasi muda dari Jawa Barat juga pernah terlibat dalam kegiatan perkemahan budaya di Korea Selatan.

Perusahaan Korea Selatan Jadi Peluang Kerja Sama Ekonomi

Hwang menilai Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Korea Selatan dan Indonesia. Terlebih, sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan telah menjalankan kegiatan usaha di Jawa Barat.

Beberapa di antaranya adalah Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire.

Menurut Hwang, Gyeongsangbuk-do sendiri memiliki peran penting dalam perkembangan industri Korea Selatan, terutama melalui industri baja di Pohang serta sektor elektronik dan semikonduktor.

Keberadaan perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Jawa Barat dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan kedua wilayah.

“Sepengetahuan saya, perusahaan-perusahaan Korea seperti Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire telah beroperasi di Jawa Barat. Karena itu, wilayah ini menjadi salah satu pusat penting bagi kerja sama ekonomi kedua negara,” katanya.

Selain ekonomi dan perdagangan, Hwang juga membuka peluang kolaborasi di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Ia berharap Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do dapat saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan budaya tradisional agar memiliki nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik wisata dan industri kreatif.

“Kami berharap kedua daerah dapat saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan budaya tradisional menjadi daya tarik pariwisata dan industri budaya,” tuturnya.

Empat Sektor Jadi Fokus Kolaborasi

Ke depan, penguatan hubungan Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do diarahkan pada empat sektor utama, yakni pengembangan sumber daya manusia, ekonomi dan perdagangan, pariwisata, serta olahraga.

Melalui perluasan kerja sama ini, Pemprov Jabar berharap terbuka lebih banyak peluang investasi, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas SDM.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do.*