banner 1280x160

Satria Muda Berpisah dengan Chad Brown dan Jordan Ivy-Curry

Satria Muda Berpisah dengan Chad Brown dan Jordan Ivy-Curry. (Satria Muda Pertamina Bandung)

BalikBandung – Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengumumkan perpisahannya dengan dua pemain asing, Chad Teron Brown dan Jordan Treyvon Ivy-Curry atau yang lebih akrab disapa Juice.

Tim bola basket asal Kota Bandung ini melepas Chad Teron Brown dan Jordan Treyvon Ivy-Curry di pertengahan musim IBL 2026.

Chad Brown melakoni pertandingan terakhirnya bersama Satria Muda saat menghadapi RANS Simba Bogor. Sedangkan Jordan Ivy-Curry, menutup perjalanannya bersama tim pada ajang IBL All Star 2026.

Keputusan ini menjadi bagian dari langkah strategis tim dalam menyongsong fase krusial musim.

Menjelang pekan ke-11, Satria Muda akan mendatangkan pemain baru, seiring dengan batas akhir transfer pemain lokal dan pergantian pemain asing yang jatuh pada 12 April 2026.

Dengan waktu yang terbatas, seluruh kontestan liga dituntut untuk bergerak cepat dalam menyempurnakan komposisi tim demi menghadapi fase akhir musim reguler dan playoff.

“Keputusan melepas Chad Brown dan Jordan Ivy-Curry diambil karena satu tujuan yang jelas, yaitu untuk memastikan Satria Muda memiliki peluang terbaik meraih gelar juara,” kata pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, Selasa (14/4/2026).

Djordje Jovicic mengatakan, manajemen menilai komposisi tim, tuntutan playoff, serta kebutuhan mendesak saat ini, lalu memilih langkah yang diyakini memberi keunggulan kompetitif di fase akhir musim.

“Keputusan ini bukan tentang masa lalu, melainkan tentang kesempatan terbaik agar tim tampil maksimal di momen krusial, meski harus melalui keputusan sulit, tapi ini demi kepentingan tim,” jelasnya.

Setelah perubahan ini, Satria Muda fokus diarahkan pada percepatan integrasi pemain baru dan pembangunan chemistry secepat mungkin.

Setiap latihan dan permainan menjadi krusial untuk menyatukan ritme serta memperjelas peran masing-masing.

“Fondasi permainan tetap sama yaitu ketangguhan, disiplin, dan mentalitas tim dengan penyesuaian detail untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ucapnya.

“Tim berkomitmen penuh menghadapi tantangan ini dan siap berjuang hingga akhir demi klub, pendukung, dan tujuan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, menuturkan keputusan ini diambil guna menjaga daya saing.

“Sejak awal, Satria Muda Pertamina Bandung berkompetisi dengan target menjadi juara,” ungkapnya.

“Berdasarkan evaluasi performa dan kebutuhan permainan, kami melihat perlu adanya penyesuaian di posisi pemain asing agar bisa lebih kompetitif, terutama saat memasuki fase playoff,” jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi kontribusi yang sudah diberikan, namun dengan peta persaingan yang semakin ketat dan tim-tim lain juga melakukan penyesuaian, maka timya perlu beradaptasi agar tetap berada di jalur menuju target utama.***