BalikBandung,- Upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan simulasi tracing TB menggunakan teknologi X-ray portable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyasar 300 masyarakat di Kampung TB Cilincing, Jakarta Utara.
Program ini menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat FKUI sekaligus langkah konkret mendukung program kesehatan nasional dalam menekan angka kasus TB yang masih tinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia masih termasuk negara dengan beban tuberkulosis tertinggi di dunia, dengan ratusan ribu kasus baru setiap tahunnya. Bahkan, dalam pertemuan koordinasi nasional pada 23 April lalu, Wakil Menteri Kesehatan menegaskan bahwa TB masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan upaya luar biasa serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam kegiatan ini, KFD mengambil peran penting melalui pemanfaatan teknologi X-ray portable yang telah dilengkapi AI. Teknologi ini memungkinkan proses skrining dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan efisien, sehingga memperkuat sistem deteksi dini TB di masyarakat.
Direktur Utama KFD, Arie Genipa Suhendi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan layanan diagnostik yang lebih presisi dan mudah diakses masyarakat.
“Kolaborasi bersama FKUI menjadi langkah strategis bagi Kimia Farma Diagnostika untuk menghadirkan layanan diagnostik yang lebih presisi, mudah diakses, dan berdampak langsung pada upaya deteksi dini serta penanganan TB secara komprehensif,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026)
Sebagai bagian dari Bio Farma Group, KFD memiliki jaringan layanan klinik dan laboratorium yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung agenda kesehatan nasional, khususnya dalam pengendalian penyakit menular seperti TB.
Melalui inovasi teknologi, penguatan jejaring layanan, serta kemitraan strategis, Kimia Farma Diagnostika menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat.
Langkah ini sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih sehat melalui deteksi dini dan penanganan TB yang lebih efektif.
Dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor, harapan untuk menekan angka kasus TB di Indonesia kini semakin terbuka lebar.







