banner 1280x160

PTDI Bidik Pasar Global Lewat DSA 2026

BalikBandung, – Di tengah dinamika geopolitik kawasan yang kian kompleks, industri pertahanan Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) hadir membawa ambisi besar untuk memperkuat pengaruhnya dalam ajang bergengsi Defence Services Asia 2026 (DSA) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Keikutsertaan PTDI dalam pameran pertahanan internasional ke-19 yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC) ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pasar sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain penting di industri dirgantara dan pertahanan kawasan Asia Pasifik.

Didukung oleh Kementerian Pertahanan Malaysia, DSA 2026 dikenal sebagai salah satu pameran industri pertahanan terbesar di kawasan, menghadirkan beragam inovasi mulai dari sistem perangkat keras mutakhir hingga teknologi peperangan elektronik terkini.

Dalam ajang tersebut, PTDI tampil di Paviliun Indonesia bersama sejumlah industri pertahanan nasional di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan tergabung dalam holding Defend ID. Kehadiran ini mempertegas komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian industri pertahanan yang kompetitif di tingkat global.

PTDI sendiri bukan pemain baru di Malaysia. Sejak 1999, sebanyak tujuh unit pesawat CN235-220 produksinya telah dioperasikan oleh Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), terdiri dari satu unit konfigurasi VVIP Military Transport dan enam unit Military Transport. Bahkan pada 2023, PTDI sukses melakukan modifikasi tiga unit pesawat menjadi Maritime Surveillance Aircraft (MSA) guna memperkuat pengawasan maritim Malaysia.

Tak hanya menyediakan platform pesawat, PTDI juga konsisten menjaga tingkat kesiapan operasional armada melalui layanan purna jual yang komprehensif. Layanan tersebut mencakup Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), Service Life Extension Program (SLEP), dukungan suku cadang, hingga modifikasi dan perbaikan struktur pesawat. Pendekatan end-to-end ini menjadi keunggulan PTDI dalam menjawab kebutuhan jangka panjang mitra.

Ke depan, PTDI melihat peluang kerja sama yang lebih luas di Malaysia, tidak hanya pada optimalisasi CN235-220, tetapi juga pengembangan pesawat NC212i, N219, serta sistem roket 70 mm. Hal ini membuka ruang kolaborasi strategis untuk mendukung kebutuhan pertahanan sekaligus memperkuat ekosistem industri pertahanan regional.

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menegaskan bahwa partisipasi dalam DSA 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan Malaysia

“PTDI berkomitmen menghadirkan solusi pertahanan yang andal, berkelanjutan, dan terintegrasi, tidak hanya pada produk pesawat tetapi juga sistem pertahanan lainnya,”katanya, Selasa (21/4/2026)