Balikbandung – Panpel Persija, Ferry Indrasjarief menceritakan proses perizinan laga kontra Persib yang akhirnya digelar di Stadion Segiri Samarinda, Ahad 10 Mei 2026.
Sebelumnya, laga tersebut akan digelar di SUGBK, Jakarta, namun urung terjadi.
“Begini, Pak Kapolda, Wakapolda dengan segala macam timnya itu waktu beberapa hari yang lalu sempat datang ke Balaikota untuk berdiskusi, berdialog dengan Gubernur,” ujar Ferry kepada awak media, Rabu 6 Mei 2026.
BACA JUGA: Persija Paling Penting? Jawaban Jujur Marc Klok Bikin Menarik
Usai pertemuan tersebut ada sebuah keputusan yang dihasilkan yaitu laga Persija vs Persib tidak boleh digelar di Jakarta.
Ferry kemudian menyampaikan hasil pertemuannya tersebut kepada operator kompetisi, iLeague.
“Liga kemudian mencari stadion yang kosong dan mereka bilang bahwa ada dua tempat pilihan di Jepara atau di Surabaya,” paparnya.
Berpikir untuk kepentingan tim, Ferry kemudian memilih Surabaya sebagai venue pertandingan kontra Persib. Pertimbangannya, Surabaya dekat dengan Bandara.
“Ketika kita sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya, Bonek juga siap bantu gitu. Tapi ternyata kita boleh menggelar di sana tanpa penonton,” terangnya.
Ferry kemudian berkomunikasi kembali dengan iLeague terkait kabar terbaru tersebut. Rupanya, Persija tidak bisa menggelar laga dengan penonton apabila pertandingan digelar di Pulau Jawa.
“Kemudian kita coba ada usulan di Bali, tapi Bali jelas nggak bisa. Tadi sudah dibilang ya tanggal 11 mereka tanding, tanggal 10 mereka OT (official Training). Kalau kita pakai tanggal 10 mereka nggak bisa OT,” ujar Ferry.
“Nah, saya tanya sama pihak Bali, ‘Kalian tanding sama siapa?’ Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo,” imbuh Ferry.
BACA JUGA: Persib Menang, Hodak Ungkap Masalah Besar di Depan Gawang
Ferry pun kemudian meminta izin untuk menggelar laga di Samarinda. Panpel Persija pun mendapat lampu hijau untuk menggelar laga di Stadion Segiri.
Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda gitu,” pungkasnya.







