banner 1280x160

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Perkuat Efisiensi Operasional dan Transisi Energi Rendah Emisi 

 Direktur Operasi Bio Farma, Iin Susanti (Ke‐4 dari kiri) dan Direktur Utama PGN Gagas, Santiadji Gunawan(ke‐4 dari kanan) pada sesi peresmian operasional fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) 

Balikbandung – PT Bio Farma (Persero) resmi mengoperasikan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) di lingkungan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Bio Farma menuju kegiatan operasional yang semakin efisien, andal, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma terus mendorong pengelolaan perusahaan yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan penciptaan nilai jangka panjang. Pemanfaatan CNG ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mendukung transisi menuju operasional berintensitas emisi rendah.

Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, menyampaikan bahwa pengoperasian fasilitas CNG merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam transformasi operasional.

“Pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah konkret Bio Farma untuk membangun kegiatan usaha yang semakin efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma terus memperkuat fundamental perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang efektif, terukur, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Iin.

Iin menambahkan, langkah strategis ini sekaligus memperkuat keandalan operasional yang mendukung keberlangsungan proses produksi serta kontribusi Bio Farma terhadap ketahanan kesehatan nasional.

Fasilitas CNG ini berfungsi mendukung kebutuhan energi boiler yang menghasilkan uap untuk kegiatan operasional dan proses produksi. Melalui penerapan sistem dual fuel, perusahaan menggunakan CNG sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar tetap bersiap sebagai sumber energi cadangan untuk menjaga kontinuitas operasional.

Penggunaan CNG sebagai pengganti bahan bakar utama boiler diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24% dibandingkan dengan penggunaan solar. Selain ramah lingkungan, implementasi fasilitas ini juga berpotensi memberikan efisiensi biaya energi sekitar 37% per tahun, bergantung pada tingkat utilisasi fasilitas dan kondisi operasional.

“Keberlanjutan merupakan proses jangka panjang yang harus diwujudkan melalui langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, Bio Farma akan terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi dan sumber energi yang lebih efisien serta rendah emisi, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, kelayakan investasi, efisiensi, dan keandalan produksi,” lanjut Iin.

Secara teknis, fasilitas baru ini mencakup shelter penerimaan CNG, Pressure Regulating Station, sistem pengukuran atau metering, jaringan pipa distribusi, serta integrasi dengan burner dan panel kontrol boiler. Keseluruhan sistem bertugas memastikan proses penerimaan, pengaturan tekanan, penyaluran, dan penggunaan CNG berlangsung aman serta terukur.

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak tahap perencanaan hingga pengoperasian. Sistem pengamanan yang berlaku meliputi deteksi kebocoran gas, penghentian aliran otomatis, pengaturan tekanan, proteksi kebakaran, hingga pengujian integritas jaringan pipa.

“Penerapan sistem dual fuel memberikan fleksibilitas bagi Bio Farma dalam menjaga kontinuitas pasokan energi. Bio Farma juga akan menjalankan inspeksi, pemeliharaan preventif, pengujian peralatan, dan evaluasi risiko secara berkala untuk memastikan fasilitas beroperasi sesuai persyaratan teknis, keselamatan dan kesehatan kerja, serta ketentuan lingkungan yang berlaku,” jelas Iin.

Suksesnya pengembangan fasilitas CNG ini terlaksana berkat kolaborasi Bio Farma dengan PT Gagas Energi Indonesia (“PGN Gagas”). Kerja sama ini mencakup dukungan terhadap kesiapan pasokan, infrastruktur penerimaan dan penyaluran gas, serta aspek teknis operasional.

Santiaji Gunawan, Direktur Utama PGN Gagas, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bio Farma merupakan bagian dari dukungan PGN Gagas terhadap pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi ke sektor-sektor esensial.

“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting, karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” ujar Santiaji.

Ke depan, Bio Farma bersama PGN Gagas akan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan keandalan pasokan, kinerja fasilitas, keselamatan operasional, serta keberlanjutan pemanfaatan CNG. Pemantauan berkala terhadap konsumsi energi, penurunan emisi, dan efisiensi biaya akan menjadi dasar evaluasi bagi perbaikan berkelanjutan.

Pengoperasian fasilitas CNG ini diharapkan dapat memperkuat efisiensi dan ketahanan operasional Bio Farma. Sinergi ini sekaligus mendukung arah transformasi dalam ekosistem Danantara menuju perusahaan yang semakin kompetitif dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara, masyarakat, dan lingkungan.***