banner 1280x160
Persib  

Bojan Hodak Tanpa Beban Menyongsong Sejarah Baru

Persib versus PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
Pelatih Persib, Bojan Hodak memberikan intruksi kepada pemainnya saat pertandingan menghadapi PSBS Biak pada laga perdana putaran kedua atau pekan ke-18 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Gani Kurniawan)

BalikBandung – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, bersiap mencatatkan namanya dalam sejarah klub. Ia kini berada di ambang rekor, hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melampaui capaian pelatih legendaris, Indra Thohir.

Saat ini, Hodak telah mengumpulkan 199 poin selama menangani Persib. Angka itu membuatnya hanya terpaut satu poin dari rekor 200 poin yang selama ini dipegang Indra Thohir. Peluang memecahkan rekor terbuka lebar jika Persib mampu meraih kemenangan saat menghadapi Dewa United, 20 April nanti.

Meski berada di ambang pencapaian besar, Hodak menegaskan dirinya tidak merasakan tekanan berlebih. Ia justru melihat situasi ini sebagai sesuatu yang positif.

BACA JUGA: Performa Ramon Tanque Meningkat, Pelatih Pilatesnya Angkat Bicara

“Saya tidak merasa tertekan, tapi itu hal yang bagus, menyenangkan,” ujarnya, Rabu 14 April 2026.

Baginya, setiap rekor memiliki nilai tersendiri. Mencapainya bukan sekadar angka, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan bersama Persib.

“Rekor apa pun itu bagus. Mencapai itu berarti sesuatu yang penting,” lanjutnya.

Hodak juga menyadari bahwa capaian yang ia dekati bukanlah hal sederhana. Ia menaruh respek besar pada Indra Thohir, pelatih yang membawa Persib juara terakhir di Perserikatan dan Liga Indonesia I

“Karena beliau melatih di sini bertahun-tahun dengan hasil luar biasa,” katanya.

BACA JUGA: Mau Pilates atau Tenis Meja Yang Penting Ramon Cetak Gol

Ia menambahkan, melampaui rekor tersebut tentu bukan perkara mudah. Justru karena itulah, jika berhasil dicapai, pencapaian itu akan terasa semakin berarti.

“Melampaui beliau tidak mudah, jadi itu pencapaian yang bagus. Tapi tidak ada tekanan,” tutup Hodak.***